Kebut Transisi Energi, Pembangunan Smart Grid Jadi Keharusan

Kebut Transisi Energi, Pembangunan Smart Grid Jadi Keharusan

Modernisasi infrastruktur kelistrikan dapat dilakukan melalui pendekatan yang efisien, salah satunya memanfaatkan jaringan smart grid.

(WE Finance) 17/07/24 20:40 11105191

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya mengembangkan infrastruktur transmisi dan smart grid (jaringan cerdas) dalam upayanya mengakselerasi transisi energi di Indonesia. Hal tersebut penting bahkan menjadi kunci keberhasilan mencapai Net Zero Emission (NZE) di bidang pembangkit listrik.

“Digitalisasi teknologi dan modernisasi infrastruktur kelistrikan dapat dilakukan melalui pendekatan internet of things (IoT) dengan memanfaatkan jaringan listrik cerdas atau smart grid,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu saat menyampaikan keynote speech acara Simposium “Indonesia\'s Energy Transition: Integrating Smart Grid Technology” di Jakarta (16/07/2024).

Jisman menuturkan penerapan smart grid bagi sistem tenaga listrik menjadi suatu keharusan dengan memperhatikan besarnya manfaat smart grid bagi peningkatan keandalan, peningkatan porsi EBT dalam bauran energi nasional dan peningkatan efisiensi energi.

Seperti diketahui, smart grid sebagai sistem jaringan tenaga listrik cerdas telah dilengkapi dengan teknologi informasi dan komunikasi canggih yang dapat memungkinkan sistem pengaturan tenaga listrik secara efisien.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo pada acara peluncuran Electricity Connect 2024 di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Rabu, (17/07/2024).

Darmawan mengatakan, pemanfaatan sumber daya EBT tidak akan maksimal bila tak diiringi dengan pembangunan transmisi kelistrikan antar pulau di Indonesia.

Tanpa adanya transmisi seperti smart grid, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) hanya bisa mencapai 5 gigawatt (GW).

"Tetapi kalau membangun namanya smart grid, flexible power generation, smart dispatch center, smart distribution, smart transmission, smart meter, ternyata bisa meningkatkan dari sekitar 5 giga bahkan mendekati sekitar 30 gigawatt additional solar and wind," tutup Darmawan.

#smart-grid #transisi-energi

https://wartaekonomi.co.id/read539463/kebut-transisi-energi-pembangunan-smart-grid-jadi-keharusan