Indonesia bersama China Makin Kompak Tinggalkan Dollar AS

Indonesia bersama China Makin Kompak Tinggalkan Dollar AS

Nilai transaksi bilateral dengan Negeri Tirai Bambu menggunakan mekanisme LCT mencapai 887,43 juta dollar AS. Halaman all

(Kompas.com) 17/07/24 21:16 11105448

JAKARTA, KOMPAS.com -Indonesia dan China semakin kompak menyelesaikan transaksi bilateral dengan mata uang lokal masing-masing dan meninggalkan penggunaan dollar AS. Hal ini sebagaimana ditunjukan data teranyar implementasi kebijakan Local Currency Transaction (LCT).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti melaporkan, nilai transaksi bilateral dengan Negeri Tirai Bambu menggunakan mekanisme LCT mencapai 887,43 juta dollar AS pada Juni 2024. Angka ini melonjak 80,6 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

"Saya rasa ini menjadi penting sekali karena trennya terus mengalami peningkatan," kata dia, dalam konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Rabu (17/7/2024).

Lebih lanjut Destry bilang, jika dilihat sejak awal tahun hingga Juni 2024, atau secara kumulatif, transaksi Indonesia dengan China menggunakan LCT telah mencapai 4,7 miliar dollar AS. Angka ini tumbuh 45,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, yakni sebesar 3,22 miliar dollar AS.

"Jumlah pelaku tidak banyak berubah, sekitar 4.379 pelaku," ujarnya.

Perkembangan data transaksi LCS antara Indonsia dengan China dinilai menjadi hal yang menarik oleh Destry. Pasalnya, transaksi antara kedua negara telah berkontribusi sebesar 42,9 persen dari total transaksi LCT Indonesia.

Data itu pun menunjukan capaian BI mendiversifikasi pemanfaatan dollar AS. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat meminimalisir volatilitas nilai tukar rupiah dari pergerakan mata uang Negeri Paman Sam.

"Ini nampanya mulai membuahkan hasil yang positif melalui strategi LCT untuk perdagangan dan investasi kita," ucap Destry.

#china #indonesia #dedolarisasi

https://money.kompas.com/read/2024/07/17/211600426/indonesia-bersama-china-makin-kompak-tinggalkan-dollar-as