Transisi Hijau Disorot dalam Kerja Sama RI dan Australia
Kolaborasi transisi hijau disorot dalam penguatan kerja sama Indonesia dan Australia yang memiliki beragam sumber daya. - Halaman all
(InvestorID) 17/07/24 21:45 11109128
JAKARTA, investor.id – Kolaborasi transisi hijau disorot dalam penguatan kerja sama Indonesia dan Australia yang memiliki beragam sumber daya. Pengembangan mobil listrik (electric car) adalah salah satu potensinya, kata Duta Besar (Dubes) RI untuk Australia Siswo Pramono.
Siswo yang menjadi pembicara kunci dalam acara “International Symposium on Critical Metals for Battery Production” di Melbourne, Australia pada awal pekan ini menegaskan, kedua negara memiliki tenaga ahli yang mumpuni dalam pengembangan transisi energi.
“Sudah saatnya para peneliti Indonesia dan Australia bekerja sama untuk mencari solusi energi hijau yang paling efisien dan dapat diterapkan di kedua negara,” papar Siswo di Universitas Teknologi Swinburne, seperti dikutip pada Rabu (17/7/2024).
Ia pun menyoroti sumber daya alam (SDA) kunci dalam produksi baterai yang dimiliki kedua negara. Saat ini, diketahui Indonesia memiliki nikel dan Australia memiliki litium.
Menurut Siswo, Indonesia dan Australia telah memiliki payung kerja sama dalam transisi energi dan pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani pada 2023.
Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) pun, jelas Dubes Siswo, menjadikan transisi energi hijau sebagai salah satu prioritas kerja sama bilateral.
Dengan demikian, adalah tepat apabila kedua negara memperkuat kerja sama pengembangan kendaraan listrik. Apalagi, tingginya tingkat kebutuhan EV di Australia turut memberi potensi ekspor bagi Indonesia yang kini mampu memproduksi mobil dan motor listrik sendiri.
Salah satu pembicara dalam simposium tersebut adalah Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Profesor Ratno Nuryadi. Pada kesempatan itu, Ratno menyampaikan sejumlah penelitian BRIN dalam pengembangan baterai dan daur ulangnya.
Di sisi lain, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI (KBRI) Canberra Mukhamad Najib menjelaskan, kehadiran Siswo dalam simposium adalah dalam rangka program “Ambassador goes to campus” KBRI Canberra.
Ia berharap, simposium tersebut dapat mendorong kerja sama antara peneliti dan institusi Indonesia maupun Australia dalam bidang transisi energi dan pengembangan EV.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #siswo-pramono #dubes #kerja-sama-ri-australia #transisi-hijau #ev #potensi-kerja-sama-indonesia-australia #kendaraan-listrik #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/international/367294/transisi-hijau-disorot-dalam-kerja-sama-ri-dan-australia