BSI Masuk 5 Besar BUMN dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) masuk dalam jajaran 5 besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar di RI Halaman all
(Kompas.com) 17/07/24 22:42 11115265
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil masuk dalam jajaran 5 besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia per Juli 2024. Kapitalisasi pasar emiten bank berkode saham BRIS ini mencapai Rp 116 triliun.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pencapaian BSI sejalan dengan tujuan awal merger bank syariah untuk menciptakan bank syariah yang inklusif, modern, dan digital.
"BSI milik Bank BUMN yang sekarang menjadi salah satu best performing di pasar. BSI telah menjadi salah satu bintang selama beberapa tahun terakhir. Konsep awal saat merger sangat jelas bahwa kita ingin membangun bank syariah yang inklusif, modern, dan digital," kata Tiko dalam keterangan tertulis, Rabu (17/7/2024).
Tiko mengapresiasi kinerja positif BSI selama tiga tahun berdirinya bank syariah terbesar di Indonesia itu.
Menurutnya, BSI bukan hanya menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, tetapi juga menciptakan konsep baru di mana bank syariah menjadi lebih inklusif dan moderat.
"Sampai saat ini, BSI memiliki hingga 20 juta nasabah dengan pertumbuhan BSI mobile yang sangat cepat. Kami sangat senang karena tidak hanya melakukan merger, tetapi juga membangun ekosistem dan kompetensi baru," ujar dia.
Sebagai gambaran, pada 30 April 2024, kapitalisasi pasar BSI sempat mencapai Rp 121,78 triliun, menjadikannya saham paling berharga ke-13 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada 14 Maret 2024, BSI resmi masuk jajaran Top 10 Global Islamic Bank dengan kapitalisasi pasar Rp 131,47 triliun, lebih cepat dari target yang ingin dicapai pada 2025.
Keberhasilan BSI terlihat pula dari nilai ekonominya. Pada tahun buku 2023, BSI membagikan dividen tunai Rp 855,56 miliar atau Rp 18,54 per saham, naik 100 persen dibandingkan dengan tahun buku 2022 yang sebesar Rp 9,24 per saham.
Dividen tersebut setara 15 persen dari laba tahun buku 2023 yang sebesar Rp 5,7 triliun. Sebesar 20 persen laba atau Rp 1,14 triliun disisihkan sebagai cadangan wajib, dan 65 persen atau Rp 3,7 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.
BSI terus menunjukkan kinerja positif pada 2024. Pada kuartal I-2024, BSI mencatat laba Rp1,71 triliun, didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,43 persen secara tahunan (YoY) mencapai Rp 297 triliun, didominasi oleh dana murah. Tabungan tumbuh 8,75 persen dan giro tumbuh 10,52 persen.
Jumlah pengguna BSI Mobile pada Maret 2024 melonjak 29,35 persen YoY menjadi 6,70 juta orang, mencatatkan 118,5 juta transaksi dengan volume Rp145,1 triliun. Sebanyak 93,6 persen nasabah baru BSI membuka rekening secara online.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, manajemen berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan aspirasi menjadi Top 3 Bank Syariah Global dan Top 3 Bank di Indonesia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 10 tahun mendatang.
"Kami telah menyusun rencana kerja selama 10 tahun, BSI masuk top 3 bank syariah global dari sisi market cap dan menjadi top 3 bank di Indonesia," ujar Hery.
Hery menegaskan, visi tersebut realistis dicapai karena pasca merger, BSI terus mencatat rekam jejak positif, dengan ROE di atas 18 persen dan pertumbuhan aset dua digit setiap tahun, dibandingkan pertumbuhan satu digit di industri perbankan.
"Dari tahun ke tahun, pertumbuhan aset BSI mencapai dua digit sementara industri perbankan hanya tumbuh satu digit. Saat ini BSI pun telah menjadi bank kelas menengah terbaik di Indonesia, dengan status sebagai bank papan tengah terkemuka," tandasnya.