Gojek Berkolaborasi dengan Kadin Solo Wujudkan Kesetaraan Akses Digital UMKM di Solo Raya Halaman all
Digitalisasi UMKM Solo Raya kian penting. Gojek dan Kadin Surakarta kolaborasi dorong 500 UMKM adopsi teknologi untuk akses pasar lebih luas. Halaman all?page=all
(Kompas.com) 17/07/24 18:44 11115272
KOMPAS.com – Kesetaraan akses digital menjadi kunci penting bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Solo Raya yang terdiri dari Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Boyolali, dan Sragen,
Jawa Tengah.
Sayangnya, pengadopsian teknologi digital di sektor UMKM masih jauh panggang dari api. Di Surakarta, misalnya, meski jumlah UMKM meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, tingkat adopsi teknologi digital masih relatif rendah.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop dan UKM) Surakarta, jumlah UMKM di kota berslogan “ The Spirit of Java” itu melonjak dari 3.635 unit pada 2021 menjadi 11.157 unit pada 2022. Tren ini berlanjut hingga 2023 dengan total mencapai 13.203 UMKM.
Dari total UMKM yang ada pada 2023, hanya 15 persen yang sudah mengadopsi pemasaran digital.
Situasi tersebut mencerminkan bahwa kesadaran atau akses terhadap digitalisasi di wilayah Surakarta masih rendah.
Padahal, berdasarkan laporan INDEF 2024 bertajuk “Peran Platform Digital terhadap Pengembangan UMKM di Indonesia”, digitalisasi memberikan sejumlah manfaat bagi UMKM.
Hasil survei yang dimuat dalam laporan itu menunjukkan bahwa 79,13 persen UMKM memutuskan beralih ke online karena kemudahannya, 72,83 persen melihat peluang pasar yang lebih luas, dan 69,69 persen menantikan pertumbuhan bisnis yang lebih cepat.
Para responden pun sepakat bahwa platform digital efektif dalam meningkatkan penjualan (100 persen), memperkuat hubungan pelanggan (99,21 persen), dan menjaring pelanggan baru (98,82 persen).
Menyadari urgensi tersebut, Gojek menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta untuk menggelar program digitalisasi kepada lebih dari 500 UMKM ke dalam ekosistem GoBiz.
Program itu bertujuan agar para pelaku usaha dapat memperluas akses pasar dan menjangkau pelanggan yang terhubung secara digital melalui layanan GoFood.
Nantinya, Gojek dan Kadin Solo akan melakukan pelatihan rutin yang mengundang institusi dan ahli di bidangnya untuk membekali para pelaku UMKM dengan kemampuan fundamental dalam berbisnis.
Peserta pelatihan yang sudah memiliki bisnis juga dipandu untuk mendaftarkan usahanya ke GoFood. Tujuannya, agar mereka bisa memasarkan langsung, menjual, dan mengembangkan usaha secara digital.
Salah satu narasumber yang akan mengisi program pelatihan adalah Gus Minging. Sosok yang berprofesi sebagai psikolog klinis, mentor, dan pengusaha ini akan memberikan pelatihan secara reguler di Solo Technopark kepada ratusan UMKM asli Solo Raya.
Gus Minging dikenal sebagai pembicara andal yang telah menerbitkan berbagai tulisan. Karyanya kerap menjadi panduan bagi pengusaha dan pelaku UMKM. Partisipasi Gus Minging sebagai mentor dalam pelatihan diharapkan bisa memberikan panduan yang praktis bagi UMKM dan dapat segera diimplementasikan.
Secara korporasi, Gojek telah memberikan dampak nyata dan positif bagi perekonomian nasional.
#umkm #kadin #ekonomi-digital #gojek #solo-raya #gofood #digitalisasi #digitalisasi-umkm #gobiz