Bajajnya Dibongkar dan Dilebur Maling, Supriyadi: Bos Saya Sedih...
Supriyadi pun merasa tak enak hati dengan bosnya, kendati ia sendiri kehilangan sumber pendapatan akibat peristiwa ini. Halaman all
(Kompas.com) 18/07/24 14:08 11186391
JAKARTA, KOMPAS.com - Supriyadi (45), warga Kedoya Utara, Jakarta Barat, yang menjadi korban maling bajaj mengatakan, bosnya selaku pemilik bajaj merasa sedih karena kendaraan tersebut dibongkar dan dilebur para pencuri.
"Jadi bajaj itu saya sewa sama bos saya. Dia sedih banget katanya bajajnya udah tidak berbentuk," kata Supriyadi saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2024).
Supriyadi pun merasa tak enak hati dengan bosnya, kendati ia sendiri kehilangan sumber pendapatan akibat peristiwa ini.
"Saya tidak enak sekali dengan bos saya," terang dia.
Sejak bajajnya raib digasak maling pada Jumat (5/7/2024), Supriyadi beralih membantu sang istri berdagang makanan di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.
Meski begitu, Supriyadi berterima kasih ke pihak kepolisian yang telah menangkap para pelaku.
"Saya berterima kasih sekali khususnya kepada Subdit 3 Jatanras Polda Metro Jaya yang selalu menghubungi saya selama pencarian pelaku," katanya.
Sebelumnya, Supryadi kehilangan bajaj miliknya di Jalan Panjang, Kedoya Utara, Jakarta Barat, Jumat (5/7/2024) dini hari. Bajaj berwarna biru itu raib digasak maling saat korban sedang terlelap.
Sebelas hari usai peristiwa itu atau 16 Juli 2024, polisi menangkap dua pencuri bajaj milik Supriyadi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
“Kami menangkap dua aktor utama pelaku pencurian bajaj di Jakarta Barat. Kedua pelaku itu berinisial YR dan M,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Ade Ary Syam Indradi.
YR, kata Ade Ary, berperan sebagai eksekutor pencurian bajaj. Sementara, M, berperan sebagai joki.
“M kami Tangkap lebih dulu pukul 18.15 WIB di Jalan Pluit Selatan. Kemudian, tim menangkap pelaku YR di Jalan Tanjung Wangi sekitar pukul 20.15 WIB,” tutur dia.
Berdasarkan pengakuan YR dan M, bajaj milik Supriyadi ternyata sudah tak berbentuk. Kedua pelaku membongkar dan melebur bajaj tersebut dan menjualnya ke penadah.
“Bajaj milik korban telah dibongkar dengan cara dipotong, lalu dibawa ke penadah untuk dilebur. Untuk mesin, mesin bajaj masih utuh, tetapi sudah dijual ke penadah lain,” ungkap dia.