Gojek Fasilitasi Mediasi Keluarga Korban Tabrak Lari di Taman Sari dengan

Gojek Fasilitasi Mediasi Keluarga Korban Tabrak Lari di Taman Sari dengan "Driver" Ojol

Pihak Gojek bakal memfasilitasi pertemuan keluarga korban tabrak lari di Taman Sari, SK, dengan driver. Halaman all

(Kompas.com) 18/07/24 14:01 11186392


JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Gojek bakal memfasilitasi pertemuan keluarga korban tabrak lari di Taman Sari, SK, dengan driver.

“Kami siap memfasilitasi proses mediasi antara pihak keluarga dengan oknum driver yang bersangkutan pada 18 Juli 2024,” tulis akun @gojekindonesia dalam kolom komentar unggahan Instagram dramaojol.id, dikutip Kompas.com, Kamis (18/7/2024).

Sebagai informasi, Kompas.com telah menghubungi pihak Gojek untuk mengonfirmasi peristiwa tabrak lari.

Mereka mengizinkan Kompas.com untuk mengutip pernyataan dari @gojekindonesia dalam unggahan Instagram @dramaojol.id.

Adapun seorang ibu berinisial SK menjadi korban tabrak lari oleh driver ojek online (ojol) di Jalan Gajah Mada, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu (8/5/2024) pukul 17.50 WIB.

Kekasih dari anak SK, DP (21) menceritakan, mulanya korban hendak menyebrang dari Halte Transjakarta Mangga Besar ke depan sebuah rumah makan.

“Saat (korban) menyebrang sesuai dengan lampu pejalan kaki, ada driver Gojek motor yang menerobos lampu merah dan menabrak korban hingga terjatuh,” kata DP dalam unggahan Instagram @dramaojol.id, dikutip Kompas.com, Kamis (18/7/2024).

Sebagai informasi, Kompas.com telah meminta izin kepada DP untuk mengutip pernyataannya dia yang bersangkutan mengizinkannya.

Setelah peristiwa kecelakaan itu, pengemudi ojol berdalih bahwa dia hanya menyenggol tas korban.

“Menurut saksi setempat, driver Gojek tersebut menerobos dan menabrak korban karena tersenggol spion atau stang motornya,” ucap DP.

Alhasil, SK terjatuh dan kepala bagian kanan terbentur hingga mengalami pendarahan.

Menurut SK, pelaku sempat ingin kabur, tetapi ditahan oleh warga setempat.

“Korban segera dilarikan ke IGD RS Husada Mangga Besar dan memperoleh penangan pertama perdarahan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, pelaku ikut menemani korban ke rumah sakit.

Namun, sekitar pukul 20.00 WIB, pelaku meminta izin untuk melanjutkan pekerjaan.

“Pihak keluarga menyetujui karena saat itu keluarga hanya fokus pada kondisi korban dan memang bawaan pelaku banyak sekali,” ungkap DP.

Meski begitu, pihak keluarga hanya terpikir untuk menahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan meminta nomor telepon sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Namun, pelaku memberikan nomor palsu. Untuk KTP pelaku ditahan oleh RS Husada,” tegas DP.

Kendati demikian, kondisi SK semakin kritis dan perlu menjalani perawatan di Intensive Cardiology Care Unit (ICCU).

Setelah beberapa hari, SK mengembuskan napas terakhir pada 11 Mei 2024.

“Pihak keluarga hanya ingin pertanggungjawaban driver secara etika dan meminta bantuan kepada Gojek untuk memberikan wadah mempertemukan pihak keluarga dan pelaku,” ungkap DP.

“Kenapa tidak lapor ke polisi? Karena pihak keluarga sudah memutuskan untuk mengikhlaskan almarhum dan tidak mau mengusut sampai mematikan rezeki pelaku. Kami hanya ingin bertemu dan meminta pertanggungjawaban secara moral dan etika,” lanjutnya.

#tabrak-lari-driver-ojol #tabrak-lari-di-taman-sari

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/18/14014871/gojek-fasilitasi-mediasi-keluarga-korban-tabrak-lari-di-taman-sari-dengan