Gua Pertama Ditemukan di Bulan, Seperti Apa?

Gua Pertama Ditemukan di Bulan, Seperti Apa?

Gua yang ditemukan di Bulan ini bisa jadi tempat berlindung bagi astronot Halaman all

(Kompas.com) 18/07/24 14:00 11186394

KOMPAS.com - Sebuah gua telah diidentifikasi untuk pertama kalinya di bawah permukaan Bulan.

Gua itu ditemukan tepatnya di Sea of Tranquility, tempat di mana manusia pertama kali menginjakkan kaki di Bulan.

Wilayah tersebut kemungkinan besar bukan tempat untuk membangun koloni di masa depan. Tapi jika ada satu gua, kemungkinan besar akan lebih banyak gua yang meningkatkan prospek kolonisasi di masa depan.

Seperti dikutip dari IFL Science, Rabu (17/7/2024) fokus utama dalam beberapa tahun terakhir adalah pencarian sumber air di Bulan, namun tempat berlindung juga penting.

Jika ingin tinggal dalam jangka waktu lama, setiap astronot di masa depan akan membutuhkan perlindungan ekstensif dari radiasi ruang angkasa dan perubahan suhu yang tidak menentu.

Selain itu juga mereka perlu tempat yang cukup kuat untuk bertahan dari serangan asteroid kecil karena Bulan tidak memiliki pelindung atmosfer.

Jauh lebih baik jika alam telah menyediakan tempat semacam itu daripada harus membangunnya terlebih dahulu.

Pada tahun 2010, sebagai bagian dari misi Luna Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA yang sedang berlangsung, instrumen Miniatur Radio-Frequency (Mini-RF) memperoleh data termasuk lubang di Mare Tranquilitatis.

Bertahun-tahun kemudian ilmuwan menganalisis ulang data tersebut dengan teknik teknik pemrosesan sinyal kompleks yang baru-baru ini dikembangkan.

Mereka kemudian menemukan pantulan radar dari area yang kemudian dijelaskan sebagai saluran gua bawah tanah.

Penemuan ini memberikan bukti langsung pertama adanya gua yang dapat diakses di bawahnya permukaan Bulan.

Gua yang disebut Mare Tranquillitatis itu adalah lubang terdalam yang diketahui.

Simulasi juga menunjukkan bahwa saluran memiliki panjang antara 30 hingga 80 meter dan lebar sekitar 45 meter. Ukuran itu mungkin tidak cukup besar untuk menampung sebuah kota, tetapi lokasi yang layak untuk desa di Bulan.

Lantai gua diperkirakan cukup datar untuk bisa digunakan. Meskipun jaraknya lebih dari 100 meter dari pintu masuk gua ke permukaan, dalam kondisi gravitasi bulan yang rendah hal tersebut mungkin tidak menjadi hambatan besar.

Namun tempat tersebut memiliki kekurangan karena tidak ada bahan penting yang mendukung kehidupan: es. Air beku di wilayah Mare Tranquilitatis sudah lama menguap.

Akan tetapi temuan ini meningkatkan kemungkinan keberadaan gua lain di Bulan.

“Gua-gua ini telah diteorikan selama lebih dari 50 tahun, namun ini adalah pertama kalinya kami menunjukkan keberadaannya,” kata Lorenzo Bruzzone, peneliti yang terlibat dalam studi ini.

Studi dipublikasikan di Nature Astronomy.

#gua #astronot #bulan #gua-pertama-ditemukan-di-bulan

https://www.kompas.com/sains/read/2024/07/18/140000123/gua-pertama-ditemukan-di-bulan-seperti-apa-