Gereja Tua Rekas Usia 100 Tahun Jadi Situs Wisata Religi Katolik di Flores

Gereja Tua Rekas Usia 100 Tahun Jadi Situs Wisata Religi Katolik di Flores

Gereja Tua Rekas di Manggarai Barat, NTT, dikembangkan jadi situs wisata reiligi umat Katolik. Halaman all

(Kompas.com) 18/07/24 15:07 11189763

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Gereja Tua Paroki Rekas berusia 100 tahun di Desa Kempo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, menjadi salah satu situs wisata religi Katolik yang akan dikembangkan di Flores.

Frans Teguh, Plt. Direktur Utama BPOLBF, mengatakan pihaknya mengunjungi Gereja Tua Paroki Rekas pada 13-14 Juli 2024.

Ia menerangkan, gereja Tua Rekas adalah gereja tertua di Kabupaten Manggarai Barat Flores NTT. Didirikan tahun 1925 oleh misionaris asal Jerman Pater Franc Eickman SVD. Gereja ini menjadi saksi sejarah awal masuknya agama Katolik di Manggarai Barat.

"Atas dasar sejarah ini, Gereja Tua Rekas ditetapkan menjadi salah satu situs Wisata Religi pada tahun 2019 oleh bupati Manggarai Barat saat itu," kata Frans di Labua Bajo, Selasa (17/7/2024).

Ia melanjutkan, Rekas sebagai tempat Gereja Tua ini berdiri pun menjadi Pusat Misi Penyebaran Agama Katolik di Wilayah Barat Keuskupan Ruteng.

Dengan dijadikannya Gereja ini sebagai salah satu situs religi, tempat ini menjadi penting untuk tidak dilupakan peran sakralnya sebagai titik awal penyebaran Agama Katolik di wilayah ini.

Frans mengatakan, kunjungan mereka ke Gereja Rekas merupakan bagian dari cara Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo (BPOLBF) untuk menggali potensi ekonomi kreatif yang ada di sekitar.

BPOLBF juga ingin melihat lebih jauh tentang potensi wisata religi di Rekas agar dapat dikemas dan dikelola secara lebih maksimal.

”Kami ingin melihat secara lebih jauh mengenai potensi wisata religi yang ingin di kembangkan agar dapat dikemas dan dikelola serta dapat kami dampingi. Saya yakin pasti orang muda Rekas memiliki kreativitas dan inovasinya sendiri," jelas Frans.

Ia menyebut, wisata religi tidak hanya pada aspek spiritualitas saja, tetapi juga pada potensi ekonomi terhadap masyarakat dan daerah.

Masyarakat Flores mayoritas Katolik, sehingga Flores bisa menjadi tempat orang datang untuk mendapatkan pengalaman spiritual. Tetapi Wisata religi ini tidak hanya dikembangkan pada aspek spiritualitas saja tetapi juga pada mayarakat misalnya potensi peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Rekas juga dinilai telah memenuhi Konsep Sadar Wisata yaitu Sapta Pesona: Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.

"Konsep ini sangat penting kalau ketika sebuah destinasi akan dikembangkan dan juga merupakan modal sosial untuk menarik orang datang dan tinggal lebih lama di Rekas," katanya.

3 Oleh-oleh Khas Manggarai Timur di NTT, Ada Kopi

Kapan Waktu Terbaik ke Manggarai Timur di NTT?

Selain itu, penguatan narasi, penguatan SDM melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi, pengembangan eco-homestay dan gastronomi juga bisa digali agar dapat melahirkan destinasi wisata dan event religi yang berkelanjutan.

Berbagai peningkatan dan pengembangan ini diharapkan dapat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dan masyarakat.

Pater Yeremias Bero, Pastor Paroki Gereja St. Maria Penghibur Orang Berduka Cita Rekas juga menyampaikan saat ini, paroki telah bekerja sama dengan beberapa donatur yang kebanyakan berasal dari pelaku pariwisata untuk merenovasi Gereja Tua Rekas.

Ia menyampaikan bahwa tahun depan merupakan ulang tahun dari Gereja Tua Rekas yang ke 100 tahun dan akan dijadikan Situs Cagar Budaya.

"Gereja Tua ini juga nantinya akan di jadikan Cagar Budaya terutama karena Gereja ini sudah hampir 100 tahun pada tahun depan. Harapannya kawasan ini dapat dikembangkan sebagai spot pariwisata dan di lain sisi juga bisa meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat di sini,” katanya.

View this post on Instagram

A post shared by Kompas.com (@kompascom)

#tempat-wisata-di-flores #wisata-religi-katolik-di-indonesia #wisata-religi-katolik-flores #gereja-tua-rekas

https://travel.kompas.com/read/2024/07/18/150700527/gereja-tua-rekas-usia-100-tahun-jadi-situs-wisata-religi-katolik-di-flores-