4 Pesan Wapres Ma'ruf Amin buat Pelaku Industri Otomotif
Wapres Ma’ruf Amin memberikan empat pesan untuk pelaku industri otomotif. Halaman all
(Kompas.com) 18/07/24 18:01 11205902
TANGERANG, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin memberikan empat pesan untuk pelaku industri otomotif. Empat pesan itu bertujuan agar industri omotif Indonesia terus maju dan punya daya saing tinggi.
Pertama, pelaku industri otomotif Indonesia diminta tingkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi standar internasional.
Hal itu harus dilakukan mengingat industri manufaktur otomotif berpotensi besar dalam penciptaan jutaan lapangan kerja baru.
KOMPAS.com/Gilang PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) memulai produksi mobil listrik All New Kona Electric di pabrik Cikarang, Kabupetan Bekasi, Jawa Barat.Kedua kata Ma’ruf, pelaku industri otomotif diminta terus pacu inovasi dengan mempelajari, mengamati prospek perkembangan inovasi dan memodifikasi dengan tetap mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan konten lokal di Indonesia,
“Adaptif dan responsif terhadap perubahan teknologi yang cepat niscaya akan meningkatkan daya saing sehingga produk otomotif Indonesia dapat lebih kompetitif di pasar global yang semakin dinamis,” ujarnya.
Ketiga, pelaku industri otomotif diminta untuk mengoptimalkan kapasitas produksi dan tingkatkan ekspor industri otomotif nasional. Mendorong efisiensi produksi dan optimalkan pemakaian komponen lokal dengan memperluas keterlibatan pelaku industri kecil dan menengah.
Dok. PT IAMI PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) kembali ikut serta pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2024) hingga Minggu (28/7/2024).“Jadikan ajang ini sebagai katalis dalam meningkatkan kemitraan industri besar dengan industri kecil dan menengah sehingga dapat meningkatkan kapasitas ekspor nasional,” katanya.
Keempat, perluas kerja sama dan kolaborasi antarpelaku usaha dalam penelitian dan pengembangan ekosistem kendaraan berbahan bakar energi terbarukan.
“Langkah ini penting demi mengakselerasi penurunan emisi karbon dan berperan signifikan dalam mendukung transformasi ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Ma’ruf.