Wisatawan ke Labuan Bajo Incar Wisata Budaya Selain Eksplor Alam

Wisatawan ke Labuan Bajo Incar Wisata Budaya Selain Eksplor Alam

Kunjungan wisatawan meningkat ke desa wisata atau kampung yang menyelenggarakan atraksi budaya. Halaman all

(Kompas.com) 18/07/24 19:15 11210763

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Pariwisata Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat bukan hanya tentang alamnya yang indah, tetapi ada banyak atraksi wisata yang bisa dinikmati wisatawan.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mengatakan bahwa saat ini Labuan Bajo telah menjadi icon pariwisata dunia. Banyak wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, datang untuk menikmati keindahan alam Labuan Bajo.

Menurut Edistasius, selain menikmati keindahan alam Labuan Bajo, ada kecenderungan para wisatawan menggemari wisata atraktif seperti Caci, Danding, Sanda, Mbata ataupun tari-tarian lainnya.

"Ini bisa terlihat dari tingkat kunjungan wisatawan yang cendrung meningkat pada desa-desa wisata dan kampung-kampung yang sedang menyelenggarakan atraksi budaya seperti Caci dan tarian adat Manggarai lainnya," kata Edistasius di Labuan Bajo, Rabu (17/7/2024).

Ia menyebut, pekan lalu, di kampung Lasang, Desa Benteng Suru Kecamatan Kuwus, seorang wisatawan mancanegara mengikuti atraksi Caci Manggarai yang digelar dalam acara Penti Weki Peso Beo (syukuran atas seluruh hasil karya warga kampung) dan acara Songko Lokap (peresmian rumah adat).

Wisatawan itu menggunakan pakaian adat lengkap dan ikut meramaikan atraksi caci.

Uji Coba E-Ticketing Kapal Wisata di Labuan Bajo, Kemenparekraf Ingatkan Sosialisasi

Pemkab Manggarai Barat Diminta Tambah Wisatawan di Labuan Bajo Tahun 2024

“Dia tampak menikmati atraksi itu. Artinya semakin ke sini ada kecendrungan mereka ingin menikmati wisata atraktif apakah itu Caci, Danding dan tari-tarian yang sedang digemari," ungkap Edistasius.

Edistasius menyampaikan bahwa atraksi budaya Caci merupakan warisan budaya leluhur yang memperekat rasa persatuan dan kesatuan.

Dua pihak yang saling beradu ketangkasan dalam atraksi Caci pada akhirnya tidak ada yang menang tidak ada yang kalah. Sebaliknya, terjadi hubungan persaudaaran yang erat (Woe Nelu) yang selalu dikenang. Inilah kelebihan atraksi budaya Caci.

ARSIP KEMENPAR Tari Caci digelar di Lapangan Batu Cermin, Kabupaten Managgarai Barat, Nusa Tenggara Timur dalam rangkaian Festival Komodo 2017, Kamis (2/3/2017).

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Manggarai Barat, terutama masyarakat kampung Lasang yang masih memegang teguh adat istiadat warisan leluhur Manggarai dengan menggelar atraksi budaya Caci dalam rangka Penti Weki Peso Beo (syukuran atas seluruh hasil karya warga kampung) dan acara Songko Lokap (peresmian rumah adat) Kampung Lasang.

Edistasius pun meminta agar masyarakat berkomitmen untuk terus mewariskan budaya Manggarai hingga anak cucu.

Bali dan Labuan Bajo Jadi Destinasi Lokal Favorit Orang Indonesia, Versi Travel Agent

Pantai Gorontalo, Rekomendasi Spot Berburu Sunset di Labuan Bajo

“Tentu harapannya bahwa budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kita tidak hanya berhenti di generasi yang saat ini kami menyapa sebagai bapak, sebagai kae-kae ngaso (kakak-kakak sulung), tentu menjadi tanggung jawab kita semua berkomitmen mewariskan kepada anak dan cucu-cucu kita. Sehingga sampai kapanpun budaya Manggarai tidak akan pernah ada habisnya,” ujarnya.

View this post on Instagram

A post shared by Kompas.com (@kompascom)

#tempat-wisata-di-labuan-bajo-ntt #wisata-budaya-labuan-bajo #minat-wisatawan-ke-labuan-bajo

https://travel.kompas.com/read/2024/07/18/191500027/wisatawan-ke-labuan-bajo-incar-wisata-budaya-selain-eksplor-alam