Dampak Ekonomi Pasca-Insiden Penembakan Trump
Kekerasan politik terhadap presiden berpotensi membawa implikasi ekonomi yang signifikan dan multifaset. Halaman all
(Kompas.com) 19/07/24 07:39 11271234
SERANGAN penembakan terhadap calon presiden Amerika Serikat Donald Trump di Butler, Pennsylvania, merupakan potret betapa kekerasan politik tetap menjadi ancaman dalam kehidupan politik global.
Kita perlu merenungkan dampak mendalam yang dapat ditimbulkannya terhadap perekonomian global.
Peristiwa tragis ini juga menekankan pentingnya perlindungan dan keamanan bagi para pemimpin kita, serta kebutuhan untuk menciptakan iklim politik yang lebih aman dan damai bagi semua orang.
Dari perspektif sejarah, pembunuhan Abraham Lincoln, James Garfield, dan William McKinley mendorong dibentuknya perlindungan oleh Secret Service. Sementara pembunuhan John F. Kennedy mengejutkan bangsa dan membuat keamanan presiden kian diperketat.
Namun, meskipun dengan pengamanan yang lebih ketat, Gerald Ford tetap menjadi target dua upaya pembunuhan dalam 18 hari, dan Ronald Reagan terluka parah oleh peluru di awal masa kepresidenannya pada 1981.
Hampir setiap presiden modern pernah menjadi target. Secret Service telah menggagalkan hampir semua upaya tersebut, dan hanya sedikit yang berakhir dengan cedera.
Fakta bahwa presiden terus menjadi target menunjukkan betapa pentingnya perlindungan pemimpin negara yang ketat.
Meski sebagian besar upaya berhasil digagalkan, ancaman ini tetap ada dan menunjukkan betapa seriusnya risiko yang dihadapi pemimpin negara kita.
Kekerasan politik tidak hanya membahayakan individu, tetapi juga menimbulkan beberapa dampak potensial pada integritas perekonomian kita.
Pertama, dari sisi stabilitas keuangan, kejadian kekerasan politik terhadap presiden menciptakan kejutan eksogen yang meningkatkan volatilitas pasar.
Menurut teori portofolio modern, investor cenderung menghindari risiko dengan mendiversifikasi investasi mereka.
Namun, ketika ketidakpastian politik meningkat, seperti setelah serangan terhadap seorang presiden, investor sering kali bergerak menuju aset-aset yang dianggap aman seperti obligasi pemerintah atau emas, sebagaimana dijelaskan perspektif flight-to-quality.
Akibatnya, pasar saham cenderung mengalami penurunan tajam karena aksi jual besar-besaran, yang mencerminkan peningkatan premi risiko.
Kedua, dari sisi fiskal, serangan terhadap presiden juga dapat memicu peningkatan signifikan dalam pengeluaran pemerintah untuk keamanan nasional dan perlindungan presiden.
Menurut Wagner (1985), pengeluaran publik cenderung meningkat sebagai respons terhadap ancaman atau ketidakstabilan.
Dana yang dialokasikan untuk peningkatan teknologi keamanan, seperti pelatihan tambahan bagi agen Secret Service dan pasukan pengamanan presiden di seluruh dunia, serta langkah-langkah pengawasan dapat membebani anggaran negara.
Selain itu, pengeluaran ini sering kali bersifat inelastis, yang berarti harus dipenuhi terlepas dari kondisi ekonomi, sehingga mengalihkan dana dari program lain yang mungkin memiliki dampak lebih langsung terhadap produktivitas ekonomi.
Ketiga, ketidakstabilan politik mengurangi ekspektasi pengembalian investasi karena meningkatnya ketidakpastian.
Dalam perspektif Tobin\'s Q, perusahaan akan mengurangi investasi mereka ketika nilai pasar perusahaan lebih rendah daripada biaya penggantian asetnya.
Ketika kepercayaan bisnis menurun akibat ketidakstabilan politik, nilai Tobin\'s Q menurun, yang mengindikasikan bahwa banyak perusahaan mungkin menunda atau membatalkan proyek investasi.
Penurunan investasi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, mengurangi penciptaan lapangan kerja, dan menurunkan produktivitas.
Keempat, kekerasan politik juga dapat mengubah arah kebijakan ekonomi. Dalam teori pilihan publik, pembuat kebijakan bereaksi terhadap perubahan dalam prioritas publik.
Setelah serangan terhadap presiden, fokus pemerintah mungkin bergeser dari reformasi ekonomi ke isu-isu keamanan.
Pergeseran ini dapat memperlambat proses reformasi ekonomi, seperti reformasi pajak atau deregulasi, yang sebelumnya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan ekonomi dapat meningkatkan ketidakpastian politik, yang selanjutnya memperburuk dampak ekonomi.
Kelima, ekonomi internasional juga merasakan dampaknya, termasuk Indonesia. Dari sudut pandang dependensi ekonomi global yang saling terkait, ketidakstabilan di negara inti, seperti AS, dapat memiliki efek domino pada ekonomi global.
Ketidakstabilan politik di AS dapat mengurangi aliran modal internasional dan perdagangan, mengingat peran sentral AS dalam ekonomi dunia.
Mitra dagang utama mungkin mengalami penurunan permintaan ekspor, yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi mereka sendiri.
Tak hanya itu, serangan terhadap presiden dapat memengaruhi sentimen konsumen dan pasar. Setiap individu akan lebih cenderung bereaksi lebih kuat terhadap potensi kerugian daripada keuntungan.
Ketidakpastian politik dapat menciptakan rasa tidak aman di kalangan konsumen, yang dapat mengurangi belanja konsumen.
Penurunan belanja ini dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk ritel dan perumahan, yang sangat bergantung pada kepercayaan konsumen.
Secara keseluruhan, kekerasan politik terhadap presiden berpotensi membawa implikasi ekonomi yang signifikan dan multifaset.
Pemerintah dan pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan dampak-dampak ini dan merancang strategi untuk mengelola ketidakpastian serta menjaga stabilitas ekonomi.
Hal ini termasuk memastikan respons fiskal yang tepat, meningkatkan koordinasi dengan lembaga internasional, dan menjaga komunikasi yang jelas dengan publik untuk memitigasi dampak psikologis pada konsumen dan pasar.
Serangan terhadap tokoh politik, dalam bentuk apapun, selalu menjadi pukulan telak kehidupan suatu bangsa, baik dari sisi ekonomi maupun politik.
Peristiwa semacam itu berpotensi mengubah arah kebijakan domestik dan ekonomi secara drastis, menciptakan gelombang kejut yang akan terasa di seluruh negeri. Namun, di tengah gejolak yang mungkin timbul, masyarakat harus tetap tenang dan waspada.
Saat ini, yang terpenting adalah menjaga integritas proses demokrasi dan stabilitas perekonomian serta memastikan keamanan semua tokoh publik, terlepas dari afiliasi politik mereka.
Hanya dengan pendekatan yang hati-hati dan bijaksana kita dapat menavigasi konsekuensi dari peristiwa serius semacam itu, sambil tetap menjaga nilai-nilai fundamental demokrasi dan stabilitas ekonomi kita.
#trump-ditembak #penembakan-trump
https://money.kompas.com/read/2024/07/19/073957126/dampak-ekonomi-pasca-insiden-penembakan-trump