Alasan Manajer Timnas U19 Indonesia Tak Ungkit soal Bonus
Salah satu kebijakan Manajer Timnas U19 Indonesia, Ahmed Zaki, adalah pantang bicara atau menyinggung bonus di sela-sela turnamen berlangsung.
(Kompas.com) 19/07/24 08:00 11276438
KOMPAS.com - Manajer Timnas U19 Indonesia, Ahmed Zaki Iskandar, sangat hati-hati mengambil kebijakan demi menciptakan tim yang fokus prestasi.
Ia memberlakukan beberapa peraturan untuk menjaga pemain tetap pada jalurnya.
Salah satu kebijakannya adalah pantang bicara ataupun menyinggung bonus di sela-sela turnamen berlangsung.
Umumnya, bonus disampaikan di awal untuk memotivasi pemain supaya tampil lebih semangat lagi untuk menggapai target. Namun, tidak dengan manajer timnas U19 Ahmed Zeki.
Ini merupakan metodenya untuk membiasakan pemain fokus kewajiban sebelum meminta hak.
Hal itu agar pemain terbiasa menunda kesenangan sebelum selesai mengerjakan tanggung jawabnya memenuhi target empat besar.
"Kewajibannya dulu, tugas dan kewajiban mereka adalah membawa timnas lolos ke empat besar, setelah itu sampai ke final," ucap Ahmed Zaki Iskandar.
Terkait masalah bonus dan apresiasi dipastikan ada untuk pemain, tetapi ada waktunya sendiri.
Saat ini, tugas pemain adalah fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berlatih semaksimal mungkin menjalani laga per laga.
Ketika sudah saatnya, pemain akan mendapatkan hak dan hasil kerja keras mereka.
"Selesai itu, baru dibicarakan (bonus)," katanya.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain Timnas U19 Indonesia M Riski Afrisal berhasil melewati pemain Filipina saat babak penyisihan Piala AFF U19 2024 yang berakhir dengan skor 6-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Kota Surabaya, Rabu (17/7/2024) malam.Menurut Ahmed Zaki Iskandar, kebijakan ini mendidik pemain agar tidak terlena dengan materi sehingga memupuk mentalitas yang berorientasi pada prestasi dan value yang lebih daripada materi.
"Tidak dibiasakan bicara bonus," ujarnya.
Terlebih lagi, Arlyansyah Abdulmanan dkk sempat mendapatkan sorotan tajam setelah tidak banyak berkutik di pentas Toulon Cup 2024, bulan Juni lalu.
Garuda Muda menderita empat kekalahan dan satu imbang di babak grup serta kembali kalah di perebutan peringkat kesembilan.
Dengan kata lain, tim besutan Indra Sjafri ini menjadi tim paling bawah dengan kebobolan 14 gol dan sekali mencetak gol.
Kini, di Piala AFF U19 2024, timnas U19 Indonesia menjadi pertaruhan untuk bisa memenuhi ekspektasi pencinta sepak bola Indonesia.
Pelatih Indra Sjafri jelang turnamen beberapa waktu lalu menyampaikan tidak bisa menjamin Indonesia akan meraih gelar juara di Piala AFF U19 2024. Ia bakal menyiapkan tim untuk mencapai target yang terbaik.
Dari babak penyisihan, laga akan langsung berlanjut ke babak semifinal. Tim yang bisa berlaga di semifinal adalah juara Grup A, B, C, dan runner-up terbaik.
KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain Timnas U19 Indonesia Jens Raven selebrasi usai menjebol gawang Filipina saat babak penyisihan Grup A Piala AFF U19 2024 yang berakhir dengan skor 6-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Kota Surabaya, Rabu (17/7/2024) malam."Tidak bagus menggiring saya sebagai Tuhan, takabur jadinya. Yang paling penting, saya sudah bilang kami akan lakukan kalau di pertandingan, ada taktikal, di turnamen juga punya strategi," ujar pelatih asal Sumatera Utara itu.
"Di turnamen ini hanya satu dari setiap grup yang bisa lolos, nanti diambil lagi peringkat dua terbaik," ujarnya.
Perlahan tim mulai menunjukkan langkah terbaiknya dengan memenangkan laga pertama babak penyisihan Grup A, mengalahkan Filipina dengan skor 6-0.
Selanjutnya, timnas U19 Indonesia tidak bisa bersantai melawan Kamboja. Laga akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Kota Surabaya, Sabtu (20/7/2024) besok.
#ahmed-zaki-iskandar #timnas-u19-indonesia #timnas-u19-indonesia #indra-sjafri #piala-aff-u19-2024