Senyum Supriyadi Saat Bajaj yang Dicuri Ditemukan Polisi meski Sudah Dipreteli
Pencuri bajaj Supriyadi akhirnya ditangkap. Namun, kondisi bajaj itu sudah tak lagi utuh. Bajaj sudah dipreteli untuk dijual secara terpisah. Halaman all
(Kompas.com) 19/07/24 12:59 11302867
JAKARTA, KOMPAS.com - Begitu bahagianya Supriyadi (45), warga Kedoya Utara, Jakarta Barat, ketika bajaj yang digunakannya untuk mencari nafkah dicuri, dan kini ditemukan lagi oleh polisi.
Bajaj Supriyadi raib dicuri sejak Jumat (5/7/2024). Artinya, bajaj itu hilang dengan waktu lebih dari dua pekan.
"Terima kasih banyak, Pak Polisi, bisa temukan (pencuri) bajaj saya," kata Supriyadi saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2024).
Supriyadi mengikuti serangkaian penyidikan polisi terkait kasus hilangnya bajaj yang memiliki kenangan dengan sang anak. Ia pun mendapat informasi mengenai pelaku yang sudah ditangkap.
"Tim dari Jatanras Polda Metro Jaya berkali-kali ikut membantu, menghubungi saya selama pencarian," kata Supriyadi.
Supriyadi kemudian berkomunikasi dengan Subdit 3 Jatanras Polda Metro Jaya mengenai penangkapan pelaku dan kondisi bajaj yang hilang.
Namun sayangnya, kondisi bajaj Supriyadi ketika ditemukan dalam keadaan tidak utuh. Bajaj itu telah dibongkar dan suku cadangnya telah dilebur.
"Jadi bajaj itu saya sewa sama bos saya. Dia sedih banget katanya bajajnya udah tidak berbentuk," kata Supriyadi.
Supriyadi pun merasa tak enak hati dengan bosnya atas kehilangan sumber pendapatan akibat peristiwa ini.
"Saya tidak enak sekali dengan bos saya," terang Supriyadi.
Tujuh pelaku ditangkap
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, dua pencuri bajaj itu telah ditangkap di dua lokasi yang berbeda pada 16 Juli 2024. Mereka berinisial YR dan M.
Sedangkan lima pelaku lainnya yakni berinisial HS, PSA, AP, S, dan ES. Mereka adalah penadah yang menerima bajaj curian.
"M kami Tangkap lebih dulu pukul 18.15 WIB di Jalan Pluit Selatan. Kemudian, tim menangkap pelaku YR di Jalan Tanjung Wangi sekitar pukul 20.15 WIB,” ujar Ade Ary.
Pelaku YR dan M tergabung dalam sindikat. Keduanya ini spesialis pencuri bajaj yang memiliki peran masing-masing ketika beraksi.
YR berperan sebagai eksekutor pencurian bajaj, sedangkan M berperan sebagai joki.
“Mereka telah beraksi sejak tahun 2023, sudah beraksi di sembilan lokasi,” ujar Ade Ary.
Dijual terpisah
YR dan M mendapat jutaan rupiah dari hasil penjualan bajaj curian. Sindikat ini minimal mendapatkan Rp 2 juta dari setiap penjualan bajaj.
Namun, YR dan M tak menjual bajaj secara utuh. Mereka mempreteli bajaj menjadi beberapa bagian, kemudian menjual secara terpisah, termasuk punya Supriyadi.
“Sebagian ada yang dimutilasi, jadi dijual secara terpisah onderdilnya, body mobilnya. Tapi kalau mesin selalu dijual terpisah sejak awal,” imbuh Ade.
Bajaj milik Supriyadi dibongkar dan dilebur usai digasak dari parkiran di Jalan Panjang, Kedoya Utara, Jakarta Barat, Jumat (5/7/2024).
“Bajaj milik korban telah dibongkar dan dilebur,” kata Ade Ary.
(Reporter : Rizky Syahrial, Dzaky Nurcahyo | Editor : Fitria Chusna Farisa, Akhdi Martin Pratama, Ambaranie Nadia Kemala Movanita)
#cerita-sopir-bajaj #pencurian-bajaj #sopir-bajaj-enggan-lapor-polisi #pencurian-bajaj #bajaj-dicuri #pencuri-bajaj-ditangkap