Emiten Batu Bara Ini Umumkan Akuisisi Tambang Rp 1,3 Triliun

Emiten Batu Bara Ini Umumkan Akuisisi Tambang Rp 1,3 Triliun

Emiten batu bara ini melakukan akuisisi tiga tambang batu bara yang berlokasi di Jambi. - Halaman all

(InvestorID) 19/07/24 13:42 11306363

JAKARTA, investor.id - Emiten batu bara PT RMK Energy Tbk (RMKE) melakukan akuisisi tiga tambang batu bara yang berlokasi di Jambi. Untuk memuluskan aksi ini, perseroan merogoh kocek hingga triliunan.

Dengan tambang baru perseroan mengincar produksi batu bara 3,3 juta ton.

Aksi itu dilakukan oleh perseroan melalui pembelian saham yang dilakukan oleh PT Nusantara Bara Tambang (NBT), selaku anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung dengan kepemilikan saham sebesar 55%.

Transaksi ini digelar pada tanggal 16 Juli 2024 dengan menandatangani perjanjian jual beli saham oleh Nusantara Energy Limited (NEL) dan Nusantara (Luxembourg) SARL (NS) selaku penjual bersama dengan NBT selaku pembeli. NBT akan mengakuisisi seluruh saham NEL dan NS pada PT Artha Nusantara Mining (ANM) dan PT Artha Nusantara Resources (ANR) dengan nilai transaksi sebesar US$ 80 juta atau setara Rp 1,3 triliun.

Untuk diketahui, ANM dan ANR memiliki 3 anak usaha tambang, yakni PT Sinar Anugerah Sukses (SAS), PT Anugerah Jambi Coalindo (AJC), dan PT Bakti Sarolangun Sejahtera (BSS).

Ketiga tambang ini berlokasi di Jambi dan memiliki resources 537,7 juta ton batu bara dengan proven reserves sekitar 180 juta ton batu bara pada stripping ratio 3:1.

Ketiga tambang tersebut secara total telah memproduksi batu bara sebesar 700 ribu MT batu bara pada tahun lalu.

Bersama dengan grup usahanya, RMKE akan membangun beberapa fasilitas logistik yang terintegrasi seperti di area operasional perseroan di Sumatra Selatan. Ketiga tambang tersebut akan terintegrasi dengan hauling road sepanjang 109 km, stockpiles, loading conveyor, hingga pelabuhan (jetty).

Direktur Utama RMK Energy (RMKE) Vincent Saputra mengatakan transaksi akuisisi 3 tambang ini merupakan salah satu bentuk implementasi strategi RMKE untuk mendiversifikasi area geografis operasionalnya dengan melihat peluang di luar Sumatra Selatan.

“Kami melihat Jambi memiliki peluang besar untuk dioptimalkan produksi batu baranya dengan pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi. Sama halnya dengan kendala di Sumatra Selatan, RMKE hadir sebagai solusi logistik batu bara dengan fasilitas yang lebih terintegrasi untuk mengoptimalkan volume produksi. Berbekal pengalaman yang telah kami lakukan di area Sumatra Selatan, kami yakin dapat mengoptimalkan potensi batubara di Jambi dan berkontribusi pada kinerja operasional dan keuangan RMKE ke depannya,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/7/24). 

Direktur Operasional Perseroan William Saputra  juga menjelaskan dengan kondisi cuaca yang semakin ramah pada semester kedua tahun ini, volume segmen jasa dan penjualan batu bara pada bulan Juni 2024 terus meningkat signifikan. Volume muatan batu bara ke tongkang pada bulan Juni mencapai volume tertinggi selama RMKE beroperasi.

“Dengan operasional di Sumatra Selatan yang telah membaik signifikan dan potensi revenue generator baru yang berasal dari ekspansi usaha RMKE di Jambi, kami sangat optimistis menjaga pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan yang berkelanjutan, tidak hanya RMKE saja namun juga RMK Grup Indonesia,” ujar Wiliam.

Dengan transaksi akuisisi 3 tambang ini, akan mendukung RMKE untuk meningkatkan produksi batu bara in-house hingga 2,2 juta MT atau meningkat sebesar 1,2 juta MT dari produksi in-house tahun lalu.

“Dengan produksi batu bara in-house yang meningkat, perseroan optimistis dapat menjual batu bara sebesar 3,3 juta MT pada tahun ini,” pungkas dia.

Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #rmk-energy #rmke #emiten-batu-bara #saham-rmke #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/367495/emiten-batu-bara-ini-umumkan-akuisisi-tambang-rp-13-triliun