Driver dan Awkarin Sudah Jalani Mediasi, Asosiasi Minta Gojek Cabut Sanksi Putus Mitra
Gojek juga mengakui mediasi antara Fikri Kharisma dan Awkarin berjalan baik.
(Republika) 20/07/24 05:20 11391385
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono meminta Gojek mencabut sanksi putus mitra terhadap driver ojek online (ojol) Fikri Kharisma yang berselisih dengan selebgram, Karin Novilda atau Awkarin. Igun menilai Gojek tak seharusnya langsung memutus status mitra Fikri.
"Atas kasus yang terjadi kepada rekan kami dari mitra Gojek, Garda Indonesia menyesalkan telah terjadinya tindakan sewenang-wenang dari perusahaan aplikator yang memutus sepihak mitranya atas dasar laporan sepihak konsumen," ujar Igun saat dihubungi Republika di Jakarta, Jumat (19/7/2024).
Igun menyebut Gojek selama ini lebih pro kepada konsumen daripada mitranya yang telah memberikan sumbangsih pendapatan perusahaan sangat besar. Igun mengatakan driver ojol seringkali dirugikan saat terjadi persoalan di lapangan, meski terkadang kesalahan berasal dari konsumen.
"Contoh ada mitra menegur penumpang menolak menggunakan helm, karena tersinggung ditegur, penumpang malah memberikan bintang satu dan melaporkan tidak baik kepada perusahaan Gojek," ucap Igun.
Oleh karena itu, Igun meminta Gojek meninjau kembali keputusan mencabut status Fikri dari mitra Gojek. Igun menilai Gojek harus mempertimbangkan penjelasan Fikri terkait peristiwa tersebut.
"Atas perkara yang menimpa rekan kami, mitra Gojek, Fikri Kharisma, Gojek perlu mengundang dua belah pihak agar memberikan klarifikasi dan memberikan kesempatan Fikri melakukan klarifikasi pembelaan diri atau naik banding, karena menyangkut nafkah dari seseorang untuk keluarganya agar dapat tetap bekerja," sambung Igun.
Igun menambahkan sejumlah kasus keputusan sepihak aplikator merupakan bukti abainya pemerintah terhadap para driver ojol. Igun mengatakan negara belum hadir menengahi hubungan mitra dengan aplikator yang dibuktikan belum adanya payung hukum yang melindungi para mitra tersebut.
"Akibatnya timbul kesewenang-wenangan perusahaan aplikator untuk melakukan putus mitra sepihak kapan pun, bahkan rating bintang 1 berujung suspensi akun, pihak mitra tidak bisa membela diri," kata Igun.
Lewat unggahan di Instagram belum lama ini, selebgram Karin Novilda atau Awkarin mengungkap pengalaman pahitnya saat menggunakan layanan Go Food dari aplikasi Gojek. Karin mengaku bahwa dia mendapat ancaman dari oknum driver bernama Fikri Kharisma.
Karin kemudian melaporkan tindakan pengancaman ini kepada Gojek. Karin mengatakan, bahwa driver tersebut bisa membahayakan konsumen. Dia pun menyesalkan karena Gojek tidak bisa merespons langsung keluhannya tersebut.
“Diam ajanih? Nggak mau bertanggung jawab, masa punya driver criminal bisa-bisanya ngancem customer perempuan diancam,” kata Karin.
Namun tak berselang lama, driver tersebut pada akhirnya mengakui kesalahan terhadap perilakunya yang kurang sopan kepada Karin. Dalam sebuah video permintaan maaf, Fikri mengaku kalau dirinya sedang memiliki masalah pribadi, sehingga berpengaruh pada tindakannya malam itu.
“Saya meminta maaf atas keteledoran saya dan kesalahan saya. Sekali lagi Kak Awkarin, saya meminta maaf. Saya juga ada masalah pribadi,” kata driver tersebut dalam video permintaan maaf yang diunggah Karin di Instagram.
#cekcok-awkarin-gojek #kronologi-awkarin-gojek #awkarin-driver-gojek #driver-gojek-ancam-awkarin #awkarin #karin-novilda #selebgram #selebgram-awkarin