Warteg \'Nyerah\' Bila Konsumen Beli Menu Rp 7.500

Warteg 'Nyerah' Bila Konsumen Beli Menu Rp 7.500

Siasat kecil ini dilakukan agar wartegnya bisa bertahan. Terlebih di tengah harga bahan pokok yang terus naik. Halaman all

(Kompas.com) 20/07/24 09:19 11406568

JAKARTA, KOMPAS.com - Uang Rp 7.500 tampaknya tidak cukup untuk membeli nasi dengan lauk yang memadai di warung tegal (warteg) Jakarta. Kebanyakan warteg mematok harga Rp 10.000 untuk paket nasi termurah mereka.

Pemilik salah satu warteg di Kemayoran, Fasiha (61), mengaku tidak bisa menjual paket nasi dengan sayur dengan harga Rp 7.500. Paket yang paling murah di wartegnya diberi harga Rp 10.000, tetapi isinya sudah terbilang lengkap.

"Saya kadang-kadang juga enggak tega ya kalau (dikit). Pokoknya, saya paketin ada orek tempe, ada tahu, ada mi (sama nasi) itu Rp 10.000," ujar Fasiha saat ditemui di wartegnya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2024).

Warteg milik Resa (30) di Gambir masih menyediakan paket nasi seharga Rp 7.000. Namun, pilihan yang ditawarkan sangat terbatas.

"Paling misal nasi sama sayur doang Rp 7.000. Nasi telur sudah Rp 10.000," ujar Resa.

Kalau bujetnya Rp 15.000, paket nasi yang disediakan Resa masih terbilang variatif. Pasalnya, nasi dengan telur dan satu macam sayur masih dihargai Rp 12.000.

Sementara, yang lebih lengkap lagi, untuk harga Rp 13.000, sudah dapat nasi, telur, satu macam sayur, dan orek tempe.

Boro-boro dapat lauk, satu bungkus nasi polos di kedua warteg ini dijual dengan harga Rp 5.000. Bahkan, Fasiha kadang-kadang menjualnya lebih mahal sedikit tergantung siapa pembelinya.

"Kalau tamu hotel kasih Rp 6.000. Kalau orang proyek Rp 5.000," jelas Fasiha.

Meski harganya beda tipis, porsi nasi yang diberikan tetap sama. Namun, pelanggan yang cuma memesan setengah porsi nasi tetap ditarik Rp 5.000.

Lonjakan harga

Siasat kecil ini dilakukan Fasiha agar wartegnya bisa bertahan. Terlebih dengan harga bahan pokok yang terus naik, termasuk beras. Ibu enam orang anak ini mengaku pusing setiap kali harus membeli beras.

"Yang 50 kg, biasanya Rp 500.000-Rp 550.000. Sekarang Rp 650.000," jelas Fasiha.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Resa. Untuk beras per 50 kg, Resa perlu merogoh kocek sebesar Rp 700.000. Padahal, dulunya hanya Rp 550.000.

"Tadinya sempat Rp 850.000, pas El Nino itu. Ternyata El Nino sudah selesai, harga masih tetap tinggi," ungkap Resa.

Tak hanya itu, harga elpiji pun melonjak tinggi dan \'mencekik\' warteg-warteg kecil seperti dirinya. Resa mengatakan, untuk sehari-hari, wartegnya menggunakan gas ukuran 12 kg.

"Sekarang Rp 200.000. Loncat harganya, tadinya Rp 150.000," lanjut Resa.

Sementara, Fasiha mengaku masih memakai elpiji 3 kg karena tidak sanggup membayar gas berukuran besar. Namun, setiap harinya warteg Fasiha bisa menghabiskan 2-3 tabung gas melon.

"Kalau yang gede, enggak kuat belinya, mahal. Gasnya Rp 100.000 lebih. Kalau yang melon paling Rp 20.000. Sehari paling Rp 60.000, kali sebulan berapa, emang enggak pusing," tutur Fasiha.

Selain itu, harga telur per kilogram juga naik menjadi Rp30.000. Begitu pun dengan gula yang sekarang bisa mencapai Rp 20.000 per kilogram. Padahal, dulu 1 kg gula harganya masih Rp12.000.

Bahkan, harga kopi instan saset pun naik. Misalnya, kopi merek Kapal Api yang biasanya satu renceng Rp 12.000, sekarang jadi Rp 14.000.

Untung tipis

Jika semua dagangannya habis, Fasiha mengaku bisa mengantongi Rp 1 jutaan setiap harinya. Akan tetapi, ini belum dipotong modal dan gaji satu orang yang membantunya.

Setelah dihitung betul-betul, laba bersih yang didapatkan Fasiha hanya berupa satu atau dua lembar kertas berwarna merah muda.

"(Bersihnya) paling Rp 200.000. Atau, kadang Rp 100.000 juga mungkin. Tapi, itu juga dicelengin (tabung) lagi untuk beli gas dan beras," tutur Fasiha.

Dia mengaku sulit mencari pembantu untuk wartegnya. Terlebih, gaji mereka yang terbilang tinggi. Untungnya, adik Fasiha mau membantu meski hanya digaji Rp 100.000 per hari.

Sementara itu, Resa yang menjalankan bisnis warteg bersama keluarganya tidak menyebutkan jelas berapa orang pembantu yang mereka pekerjakan.

Namun, Resa mengaku pendapatan wartegnya tidak tentu. Namun, sehari-harinya dia bisa mendapatkan keuntungan bersih minimal Rp 100.000.

Wacana makan bergizi gratis Rp 7.500

Sebelumnya, ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan, mengungkapkan bahwa dirinya diajak mendiskusikan program makan bergizi gratis untuk anak-anak oleh tim sinkronisasi Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Salah satu pembahasannya adalah mengenai keinginan Prabowo mengefisienkan pagu anggaran Rp 71 triliun agar dapat digunakan secara maksimal dan menjangkau sebanyak mungkin anak-anak.

"Yang saya mau sharing itu adalah angka itu memang dibahas dengan Pak Prabowo gitu, yang dikomunikasikan ke saya. Angka Rp 71 triliun dan defisit 2,5 persen, bukan ke 3 persen ataupun ke 3,5 persen gitu, enggak begitu. Mereka sudah agree on that," ujar Heriyanto dalam acara Market Outlook 2024, yang disiarkan lewat kanal YouTube, Selasa (16/7/2024).

Dari situ, Heriyanto melihat ada keinginan dari pihak Prabowo untuk bisa menjalankan program makan bergizi gratis secara maksimal, tanpa perlu menambahkan atau mengurangi pagu anggaran Rp 71 Triliun.

Menurut Heriyanto, opsi yang kemudian dimunculkan oleh tim sinkronisasi dalam diskusi adalah menurunkan alokasi biaya makanan per anak, dari rencana Rp 15.000 menjadi Rp 7.500.

"Yang menarik buat saya Bapak Ibu sekalian adalah, setelah dikomunikasikan angka itu Rp 71 triliun, kemudian tugasnya Pak Presiden terpilih ke tim ekonomi ini adalah untuk memikirkan, apakah biaya makanan per hari itu bisa enggak diturunin, lebih hemat dari Rp 15.000," ungkap Heriyanto.

"Mungkin ke Rp 9.000, ke Rp 7.500 kira-kira begitu. Dan kita bisa pahami kalau sebagai politisi, tentunya beliau mau programnya itu menyentuh sebanyak mungkin rakyat," sambung dia.

Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka membantah pernah membahas soal program makan bergizi gratis dengan ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan,

"Enggak ada, dari tim sinkronisasi enggak ada (bahasan dengan Heriyanto)," kata Anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi usai konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2024) petang.

Hasan mengatakan, Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran belum pernah membahas pemangkasan program makan bergizi gratis menjadi Rp 7.500 per anak seperti diungkapkan Heriyanto.

"Saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada pembahasan itu sama sekali di tim dan tim sinkronisasi," ujar Hasan.

#warteg-jakarta #anggaran-makan-siang-gratis-turun-jadi-rp-7-500 #makan-gratis-rp-7-500 #makan-bergizi-gratis-rp-7-500

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/20/09195411/warteg-nyerah-bila-konsumen-beli-menu-rp-7500