Harga Batu Bara Mayoritas Melemah Gara-gara Ini

Harga Batu Bara Mayoritas Melemah Gara-gara Ini

Harga batu bara mayoritas melemah pada Jumat (19/7/2024). Hal ini  disebabkan adanya prediksi laporan terbaru dari IEA - Halaman all

(InvestorID) 20/07/24 09:49 11408936

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara mayoritas melemah pada Jumat (19/7/2024). Hal ini  disebabkan adanya prediksi laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan permintaan listrik global tahun ini akan tumbuh sekitar 4%. Dengan tingkat kontribusi dari energi terbarukan juga diperkirakan akan meningkat pada tahun ini.  

Harga batu bara Newcastle untuk Juli 2024 naik 0,1% menjadi US$ 135,1 per ton. Sedangkan Agustus 2024 melemah US$ 0,1 menjadi US$ 139 per ton. Sementara itu, September 2024 turun US$ 0,1 menjadi US$ 139,5 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Juli 2024 naik 0,55% menjadi US$ 105,2. Sedangkan, Agustus 2024 menguat US$ 0,75 menjadi US$ 108,65. Sementara itu, September 2024 terkerek US$ 1,1 menjadi US$ 109,9.

Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan harga batu bara hari ini adalah rilisnya laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA) yang memperkirakan permintaan listrik global tahun ini akan tumbuh sekitar 4%, laju tercepat dalam hampir 20 tahun.

“Hal itu dipicu oleh peningkatan penggunaan AC seiring kenaikan suhu,” ungkapnya kepada Investor Daily, Jumat (19/7/2024).  

Menurut Yoga, sebagai bahan baku yang masih banyak digunakan untuk pembangkit listrik, maka permintaan batu bara juga berpotensi terdongkrak naik. Namun, Produksi energi terbarukan juga diperkirakan akan meningkat selama beberapa tahun mendatang, dengan total pangsa sumber pasokan global diperkirakan mencapai 35% pada tahun 2025, naik 5% dari tahun 2023, yang diharapkan akan mendorong tenaga surya dan angin melampaui pangsa tenaga air dalam bauran global.

Pembangkit Energi Terbarukan

Total pembangkitan energi terbarukan diperkirakan juga akan melampaui output listrik berbahan bakar batu bara pada 2025, tetapi sumber daya yang lebih berpolusi diperkirakan akan tetap tangguh pada 2024, dengan penambahan kurang dari 1% tergantung pada output tenaga air, terutama di China.

“Harga batu bara bergerak pada resistance terdekat di harga US$ 135,75 per ton dan level support terdekat di harga US$ 134,75 per ton,” jelasnya.

Yoga menyebut, dalam sepekan, harga batu bara mengalami kenaikan tipis sebesar 0,04%. Dilihat secara year to date (ytd), harga batu bara tercatat bergerak menguat sebesar 2,35%.

Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #batu-bara #energi-terbarukan #iea #perminataan-listrik-global #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/367580/harga-batu-bara-mayoritas-melemah-garagara-ini-