Ini Keberanian Mothin Ali, Anggota Dewan Muslim di Inggris Mengadang Kerusuhan di Leeds
Politikus sayap kanan menuding kelompok Muslim dan imigran picu kerusuhan
(Republika) 20/07/24 12:27 11419002
REPUBLIKA.CO.ID, Kerusuhan terjadi di distrik Harehill di kota Leeds di Inggris utara, pada Kamis (18/7/2024) malam. Insiden ini menyusul apa yang oleh dewan kota disebut sebagai \'insiden keluarga\'. Anak-anak dari keluarga Roma dibawa dan dirawat oleh layanan sosial.
Sebuah mobil polisi terbalik dan sebuah bus tingkat dibakar. Kobaran api menyala di sejumlah sudut kota ketika ratusan orang turun ke jalan dan kekacauan terus berlanjut sepanjang malam.
Polisi setempat pertama kali merespons kerusuhan tersebut sekitar pukul 17.00. Namun diketahui bahwa mereka diminta untuk mundur dan kemudian tidak hadir di area tersebut hingga sekitar pukul 01.00 dini hari.
Salah satu tokoh terkemuka di lapangan yang mencoba menghentikan kekacauan dan memulihkan ketenangan adalah Mothin Ali. Ia merupakan Muslim dan seorang anggota dewan lokal Partai Hijau yang dipilih pada awal Mei dengan platform pro-Palestina.
Ali, 42 tahun, terlihat mencegat tong sampah yang dilemparkan ke arah bus terbakar. Dia menarik tong sampah yang lain dari kobaran api dan menghadapi para perusuh, sambil berteriak “ada anak-anak di sana” mengacu pada rumah di dekatnya.
Belakangan, dia terlihat membantu upaya pembersihan di kawasan tersebut.
Sebelumnya pada malam hari, rekaman menunjukkan Ali dan anggota dewan lainnya, Salma Arif, mencoba menjadi penengah antara petugas polisi, pekerja agensi, dan keluarga setempat.
Namun ironisnya, ketika Ali berupaya memerangi kekacauan ini, komentator sayap kanan menyalahkan Muslim dan migran dari negara dunia ketiga atas kejadian tersebut. Ia bahkan menuduh Ali sendiri ikut serta dan memicu kerusuhan.
Aktivis sayap kanan anti-Muslim Tommy Robinson mengunggah di platform media sosial X. “Izinkan saya memperkenalkan kepada anggota dewan yang baru terpilih untuk wilayah kerusuhan malam ini di Leeds. Banyak laporan bahwa dia bahkan berada di jalan bersama mereka,” kicau Robinson.
Paul Golding, salah satu pemimpin kelompok sayap kanan Britain First, mengunggah foto Ali di tengah kerumunan. “Mereka tidak akan pernah berintegrasi atau berasimilasi,” komentarnya. Postingannya telah menerima setidaknya 16.000 suka.
Ini bukan pertama kalinya Ali menghadapi pencemaran nama baik secara online.
Anggota dewan Partai Hijau ini mendapat kecaman di media nasional karena mengatakan setelah ia terpilih pada bulan Mei. "Kami tidak akan diam, kami akan bersuara di Gaza, kami akan bersuara di Palestina, Allahu akbar!"
Ali mengatakan dia menerima ancaman pembunuhan setelah liputan berita tersebut.
“Pers yang sama yang memfitnah Muslim Green Cllr @MothinAli kini merayakan keberaniannya dalam menghentikan perusuh,” tulis sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Partai Hijau bernama Muslim Greens.
“Kami sudah tahu dia adalah pahlawan sejak hari pertama!”
Penyebab kerusuhan
Pada Jumat pagi, kepala eksekutif Dewan Kota Leeds Tom Riordan mengatakan kekacauan itu dimulai dengan sebuhan \'insiden keluarga\'. Tindakan petugas polisi dan pekerja layanan sosial telah disalahartikan.
Namun pada Kamis malam, beberapa politisi Inggris menyalahkan imigran dari anak-anak subkontinen India dan multikulturalisme.
Sekretaris Jenderal Dewan Muslim Inggris, Zara Mohammed, mengatakan kepada Middle East Eye, kekerasan dan kehancuran seperti ini adalah salah. Ia pun memuji anggota dewan Mothin Ali atas keberanian dan pengabdiannya menangkal kerusuhan.
“Sungguh mengerikan melihat pelecehan yang diterimanya, didorong oleh mereka yang menyebarkan sentimen Islamofobia. Menggunakan isu-isu serius mengenai kekacauan publik untuk mencari poin politik dan melanjutkan retorika anti-imigrasi dan Islamofobia adalah hal yang berbahaya dan tidak dapat diterima.”
#kerusuhan-leeds #kerusuhan-di-inggris #kerusuhan-di-leeds-inggris #leeds-united