Microsoft Eror, AirAsia Layani Penumpang secara Manual Halaman all
AirAsia terdampak gangguan layanan Microsoft secara global. Halaman all
(Kompas.com) 20/07/24 08:00 11420352
SEMARANG, KOMPAS.com - Indonesia AirAsia melakukan pelayanan penumpang secara manual karena terjadi gangguan sistem akibat gangguan layanan IT yang terjadi secara masal di seluruh dunia.
Head of Indonesia Affairs and Policy Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi membenarkan terjadinya gangguan sistem pada layanan penerbangannya pada Jumat (19/7/2024), karena terdampak gangguan layanan IT yang terjadi secara global.
Untuk itu pihaknya mengambil langkah antisipasi untuk mengatasi permasalahan ini dengan melakukan pelayanan secara manual untuk calon penumpang yang akan terbang.
"Indonesia AirAsia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang telah ditimbulkan," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip dari website resmi AirAsia, Jumat (19/7/2027).
Lantaran pelayanan dilakukan secara manual dapat menyebabkan penumpukkan penumpang di bandara, dia mengimbau para penumpang yang akan terbang untuk datang ke bandara lebih awal.
"Kami imbau kepada seluruh calon penumpang untuk dapat tiba di bandara keberangkatan lebih awal demi mengantisipasi antrian panjang pada saat check-in," ucapnya.
Masih belum dapat dipastikan sampai kapan pelayanan manual akan dilakukan. Oleh karenanya, penumpang diminta untuk terus memantau informasi secara berkala di media sosial Indonesia AirAsia.
"Indonesia AirAsia juga akan terus memantau keadaan dan memberikan informasi secara berkala," tuturnya.
Sebagai informasi, jutaan pengguna perangkat dengan sistem operasi Windows di seluruh dunia mengalami gangguan atau eror.
Tampilan sistem Windows menampilkan latar belakang biru dan keterangan teks yang menunjukkan gangguan, sehingga meminta pengguna untuk restart. Tampilan itu juga disebut Blue Screen of Death (BSOD).
Masalah ini membuat sistem Windows tidak bekerja, atau membuat perangkat restart sendiri. Sejumlah pengguna dari berbagai negara juga melaporkan masalah yang sama di media sosial X (dahulu Twitter).
Gangguan ini memengaruhi sejumlah lembaga dan organisasi termasuk bank hingga penerbangan di Amerika Serikat dan Australia.