Kakorlantas Minta Pengamanan Lalin di PON 2024 Berbasis IT
Kakorlantas menekankan pentingnya pengamanan berbasis informasi dan teknologi (IT) saat PON 2024 di Aceh dan Sumut 8-20 September mendatang. Halaman all
(Kompas.com) 20/07/24 21:04 11489137
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Aan Suhanan menekankan pentingnya pengamanan berbasis informasi dan teknologi (IT) dalam rangka pengamanan rute lalu lintas dan parkir (rolakir) untuk gelaran PON XXI 2024 yang akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) pada 8-20 September.
Kakorlantas menyampaikan ini saat memberikan pengarahan kepada personel direktorat lalu lintas (ditlantas) pada Kamis (18/7/2024) terkait pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut.
Menurut Aan, Korlantas juga akan membuat posko sebagai pusat kendali, koordinasi, komunikasi dan informasi (K3I).
"Semua berbasis IT. Kegiatan PON nanti akan terpusat di K3I kita sekaligus sebagai Command Center kita. Data itu penting, seperti data persimpangan, jumlah personel, data lampu merah, traffic light, dan jumlah rombongan yang melewati lokasi itu akan menentukan langkah kita," kata Aan dalam keterangannya, Sabtu (20/7/2024).
Selain teknis pengamanan, Aan juga mengingatkan bahwa banyak informasi yang harus disampaikan kepada masyarakat terkait penyelenggaraan PON XXI.
Beberapa informasi penting di antaranya terkait rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan PON XXI.
Oleh karena itu, ia menilai pengelolaan dan manajemen informasi di media menjadi hal yang tak kalah penting.
"Manajemen media penting. Dari sekarang sudah diinfokan kepada masyarakat bahwa nanti akan ada rekayasa lalu lintas," kata dia.
"Informasikan melalui media kita karena masyarakat akan komplain ketika tidak tahu informasi, tiba-tiba tidak boleh masuk, tiba-tiba macet, dan lain sebagainya," imbuh Aan.
Dalam kesempatan itu, Aan juga memastikan Ditlantas Polda Aceh siap dan telah melakukan perencanaan soal pengawalan dan pengamanan lalu lintas.
Namun, ia tetap mengingatkan agar jajarannya memerhatikan lokasi-lokasi parkir.
"Persiapan kantong parkir terutama di venue utama, untuk kegiatan pembukaan ceremony, tolong diperhatikan betul saat kembali," ucapnya.
Di sisi lain, Aan mengimbau agar semua pihak dapat berkoordinasi dengan baik.
Sebab, menurutnya, kolaborasi dan sinergi semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan suatu kegiatan.
Dia berharap ajang olahraga nasional ini bisa berjalan aman, lancar dan sesuai rencana.
"Kita sudah melaksanakan beberapa event nasional, lokal, dan internasional. Kita tidak bisa bekerja sendiri, kita harus berkolaborasi dan bersinergi dengan semua pemangku kepentingan," ujar Aan.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi mengadakan rapat terbatas (ratas) mengenai persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara dan Peparnas Tahun 2024.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta laporan dari sejumlah menteri mengenai persiapan.
"Rapat terbatas siang hari ini melanjutkan pembahasan mengenai persiapan penyelenggaraan PON ke-21 yang akan dilaksanakan di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada tanggal 8-20 September 2024," kata Jokowi membuka rapat terbatas, Kamis.
"Artinya tinggal 88 hari lagi untuk melakukan persiapan. Saya minta laporannya," imbuh Jokowi.
Setelahnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) berbicara untuk menindaklanjuti permintaan Presiden Jokowi.
"Tinggal 88 hari yaitu yang dilaksanakan tanggal 8-20 September 2024, yang akan mempertandingkan semua cabor dan diperkirakan melibatkan 11.600 lebih atlet dan 5.800 official dengan total 15.000 peserta," jelasnya.