Pengacara Sebut Korban Penyekapan di Duren Sawit Kehilangan Sebagian Memori
Muhamad Rafif Rianputra (23), korban penyekapan dan penganiayaan di Duren Sawit didampingi oleh psikiater untuk pemulihan trauma berat. Halaman all
(Kompas.com) 21/07/24 14:24 11549748
JAKARTA, KOMPAS.com - Muhamad Rafif Rianputra (23), korban penyekapan dan penganiayaan di Duren Sawit didampingi oleh psikiater untuk pemulihan trauma berat yang dialaminya.
"Pasti didampingi. Karena obat-obatan itu pasti dikeluarkan oleh psikiater," kata kuasa hukum Rafif, Muhamad Normansyah saat dikonfirmasi, Minggu (21/7/2024).
Normansyah mengungkapkan, kondisi Rafif saat ini sudah kunjung membaik. Namun, efek dari penyiksaan membuatnya sedikit kehilangan memori.
Selain itu, menurut Normansyah, Rafif masih sering merasa ketakutan dan sulit tidur
"Ada bagian dari memori dia yang hilang atau kabur. Dia juga ketika di dalam mobil masih suka teriak takut, seolah-olah ada mobil yang mirip dengan mobil pelaku itu adalah mobil pelaku," ujar dia.
"Dan juga dia sudah terbiasa tidur dengan kondisi mata sedikit terbuka, karena terjaga takut ada penyiksaan mungkin seperti itu," ucap Normansyah.
Penyekapan dan penganiayaan terhadap Rafif diduga terjadi sekitar tiga bulan, mulai 19 Februari hingga 30 Mei 2024.
Paman korban yang bernama Yusman menyampaikan, penyekapan diduga dipicu tindakan wanprestasi dalam hal kerja sama jual beli mobil antara Rafif dan pelaku penganiayaan berinisial HRA.
Penganiayaan terhadap keponakannya tersebut diduga dilakukan oleh 30 orang anggota dari kelompok jual beli mobil tersebut.
"Intinya ini semua tadinya teman-temannya. Mereka saling kenal. Cuma kalau ada kesalahan, mereka langsung sistem plonco istilahnya. Plonconya ini tapi keterusan," ungkap Yusman.
Selain disekap, Rafif juga mendapatkan perlakuan yang dianggap tidak pantas seperti pemukulan.
"Itu yang bagi saya sudah sangat luar biasa tindakannya," kata dia.
Pihak keluarga korban pun telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Duren Sawit pada 19 Juni 2024.
Kini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Timur guna penyelidikan lebih lanjut.