Bank Sentral China Kejutkan Pasar dengan Penurunan Suku Bunga
Bank sentral China (PBoC) pada Senin (22/7/2024) mengejutkan pasar dengan memangkas dua suku bunga acuan. - Halaman all
(InvestorID) 22/07/24 10:14 11653162
BEIJING, investor.id – Bank sentral China (PBoC) pada Senin (22/7/2024) mengejutkan pasar dengan memangkas dua suku bunga acuan. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia yang tertinggal.
Loan Prime Rate (LPR) dengan tenor satu tahun, yang merupakan tolok ukur suku bunga paling menguntungkan yang dapat ditawarkan bank kepada dunia usaha dan rumah tangga, diturunkan dari 3,45% ke level 3,35%. Angka ini sudah diturunkan pada Agustus 2023.
Suku bunga lima tahun yang menjadi acuan pinjaman hipotek diturunkan dari 3,95% menjadi 3,85%. Ini merupakan pengurangan kedua pada tahun ini setelah pemangkasan pada Februari 2024.
Diikuti oleh pasar, kedua suku bunga ini berada pada titik terendah dalam sejarah dan pemotongan tersebut terjadi beberapa hari setelah pertemuan penting Partai Komunis yang berkuasa di Beijing.
Keputusan ini, yang diantisipasi oleh beberapa ekonom, diharapkan dapat mendorong bank-bank komersial untuk memberikan lebih banyak kredit dan pada tingkat suku bunga yang lebih menguntungkan.
Langkah ini diharapkan secara tidak langsung mendukung aktivitas di tengah perlambatan ekonomi.
Raksasa Asia ini berada dalam cengkeraman krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya di sektor real estatnya, lemahnya konsumsi, dan tingginya tingkat pengangguran kaum muda. Sementara itu, ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) mengancam perdagangan luar negerinya.
Satu setengah tahun setelah pencabutan pembatasan kesehatan yang menghambat aktivitas ekonomi, pemulihan pascapandemi Covid-19 yang sangat diharapkan hanya berlangsung singkat dan tidak sekuat yang diharapkan.
Pada kuartal II-2024, pertumbuhan ekonomi turun tajam dari tahun ke tahun (YoY) dengan kenaikan 4,7% menurut angka resmi yang diterbitkan baru-baru ini.
Kecepatan ini berada di bawah ekspektasi analis dan ekspansi sebesar 5,3% pada kuartal I-2024. Angka ini juga merupakan yang terlemah sejak awal 2023, ketika China mencabut pembatasan ketat terhadap Covid-19, yang berdampak buruk terhadap aktivitas.
Selain itu, penjualan ritel hanya meningkat sebesar 2% secara YoY pada Juni 2024.
Perlambatan pada indikator utama ini mencerminkan berlanjutnya lesunya konsumsi.
Pertemuan penting Partai Komunis Tiongkok (PKT) yakni "Pleno Ketiga" yang berfokus pada pedoman ekonomi utama, diadakan pekan lalu di Beijing bersama Presiden China Xi Jinping.
Para pemimpin Negara Tirai Bambu itu telah menyerukan “penghilangan risiko” dalam perekonomian, serta menstimulasi konsumsi. Namun pihaknya belum mengusulkan langkah-langkah konkrit untuk menghidupkan kembali pertumbuhan yang lesu.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #bank-sentral-china #pboc #ekonomi-china #suku-bunga-china #berita-ekonomi-terkini