Apakah Pria Mengalami Menopause?
Pria juga bisa mengalami 'menopause', tapi ada perbedaan dengan yang terjadi pada wanita Halaman all
(Kompas.com) 22/07/24 11:00 11653273
KOMPAS.com - Saat pria mencapai usia 40an dan 50an, mereka mungkin mulai mengalami disfungsi ereksi dan penurunan gairah seks, sementara produksi testosteron mereka semakin berkurang.
Perubahan-perubahan ini mungkin mirip dengan perubahan yang terjadi pada masa perimenopause dan menopause, yaitu rentang waktu yang mengarah ke dan kemudian mengikuti periode menstruasi terakhir seorang wanita.
Mengingat kesamaan tersebut menjadi sebuah pertanyaan apakah ini berarti menopause terjadi juga pada pria?
Seperti dikutip dari Live Science, Meskipun pria paruh baya menggambarkan gejala yang mirip dengan yang dialami wanita selama menopause, menyebut pengalaman tersebut sebagai menopause pria tidaklah akurat.
Fungsi pembuatan hormon pada testis pria dan ovarium wanita menurun seiring bertambahnya usia, namun pada kasus wanita, hal ini terjadi secara tiba-tiba dalam waktu beberapa tahun.
Pada pria, penurunan yang berkaitan dengan usia ini terjadi secara bertahap dan memakan waktu beberapa dekade.
Hormon utama yang dibuat oleh testis adalah testosteron, hormon seks utama pria yang bertanggung jawab untuk mendukung perkembangan dan fungsi seksual.
"Andropause adalah istilah nonmedis yang sering digunakan untuk menggambarkan penurunan kadar testosteron yang terlihat pada pria lanjut usia, kata Dr. Jesse Mills, direktur Klinik Pria di UCLA Health.
Tetapi itu tidak sama dengan menopause karena pria dapat mempertahankan kadar testoteron dalam kisaran normal hingga usia 80an atau lebih.
Sebagai perbandingan, wanita biasanya memasuki masa perimenopause atau transisi menuju menopause sekitar usia 45 hingga 55 tahun.
Pada masa itu ovarium memproduksi lebih sedikit estradiol, bentuk utama estrogen dalam tubuh sebelum menopause.
Pada puncaknya, estradiol dapat mencapai kadar hingga 400 pikogram per mililiter (pg/mL) darah, dan kadar ini dapat turun hingga kurang dari 0,3 pg/mL setelah menopause.
Tubuh terus membuat bentuk estrogen lain yang lebih lemah atau disebut estron, tetapi tidak dapat menggantikan estradiol yang hilang.
Hal ini menyebabkan berhentinya menstruasi, perubahan jaringan vulva, rasa panas dan berkurangnya pelumasan vagina.
Sementara meskipun laki-laki mengalami penurunan kadar testosteron seiring bertambahnya usia, menurut Mills, gejala yang mereka alami tidak sedramatis yang dialami wanita.
Kadar testosteron turun rata-rata 1,6 persen per tahun pada pria, dimulai sekitar usia 30 tahun.
Testis hanya akan berhenti memproduksi testosteron sepenuhnya jika seseorang kehilangan fungsi testis karena penyakit, kecelakaan, atau pengebirian yang mungkin digunakan untuk mengobati kanker prostat.
Alasan pasti penurunan testosteron terkait usia belum sepenuhnya dipahami. Beberapa bukti menunjukkan bahwa sel-sel yang membuat testosteron tumbuh kurang responsif dan jumlahnya menurun seiring bertambahnya usia.
Sinyal dari otak biasanya mengarahkan sel-sel ini dan sinyal tersebut juga berubah seiring bertambahnya usia.
"Tingkat testosteron rendah dikaitkan dengan banyak hal yang menjadi lebih buruk seiring bertambahnya usia,” kata Mills.
Misalnya saja diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang tidur.
Mills merekomendasikan penerapan gaya hidup sehat untuk membantu menjaga kadar testosteron seiring bertambahnya usia, karena terdapat beberapa bukti bahwa intervensi semacam itu dapat membantu.
Misalnya, ia merekomendasikan olahraga intensif selama 20 menit sehari, tidur nyenyak setidaknya tujuh jam setiap malam, tetap terhidrasi dan mengonsumsi makanan kaya protein tanpa lemak dan sayuran hijau.
Mills menambahkan pula pria sebaiknya hanya mengonsumsi suplemen testosteron saat membutuhkannya.
Penting diketahui pula efek testosteron terhadap kesehatan dan masa hidup belum sepenuhnya dipahami, sehingga penelitian di masa depan mungkin dapat memberikan panduan yang lebih baik.
#testosteron #pria #andropause #apakah-pria-mengalami-menopause
https://www.kompas.com/sains/read/2024/07/22/110000423/apakah-pria-mengalami-menopause-