MUI Minta Pemerintah Tak Berkomunikasi dengan Israel Buat Jaga Martabat
MUI mengatakan agen-agen Zionisme terus bergerak dan berupaya mempengaruhi masyarakat buat menggalang dukungan bagi Israel. Halaman all
(Kompas.com) 22/07/24 11:49 11658173
JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah menjaga martabat dan nama baik negara dengan tidak melakukan komunikasi dalam bentuk apapun dengan tokoh-tokoh Israel.
“Majelis Ulama Indonesia ingin menyampaikan pandangan agar pemerintah menjaga muruah bangsa ini, terbebas dari para pengkhianat yang telah melakukan pembicaraan dengan tokoh Israel,” kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, dalam aksi Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Minggu (21/7/2028) kemarin, seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Sudarnoto, jika pemerintah Indonesia menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh Israel maka akan bertentangan dengan ideologi Pancasila, kemanusiaan, dan juga hukum internasional.
Sudarnoto juga mengingatkan masyarakat supaya mewaspadai pergerakan agen-agen pro Israel dan Zionisme yang menurut dia berkeliaran di Indonesia buat memengaruhi masyarakat dari berbagai sisi.
“Semua kampus, semua masjid, semua fasilitas umum, mahasiswa, anak muda harus dijaga dari pengaruh-pengaruh gerakan yang bisa memengaruhi,” ujar Sudarnoto.
Pemerintah Indonesia sampai saat ini secara resmi tidak pernah mengakui Israel. Indonesia bersikap terus mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel, serta mendukung solusi 2 negara.
Sebagai informasi, lima kader Nahdlatul Ulama (NU) yang diajak bertemu Presiden Israel mengabdi di beberapa badan otonom NU.
Mereka adalah Zainul Maarif yang merupakan mantan dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Akibat kunjungan itu dia diberhentikan dari posisi Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jakarta.
Kemudian, Munawir Aziz sebagai Sekretaris Umum Persatuan Pencak Silat yang juga juga Sekum Pagar Nusa.
Nurul Barul Ulum dan Izza Anafisa Dania adalah anggota dari Pimpinan Pusat Fatayat NU.
Sedangkan Syukron Makmun adalah Ketua Pengurus Wilayah NU Banten.
Terkait sanksi terhadap kelimanya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf pernah menyebut diserahkan badan otonomi masing-masing.
#israel #zionisme #majelis-ulama-indonesia-mui #pemerintah #konflik-palestina-dan-israel