Marcus/Kevin Jadi Contoh, Christian Hadinata Minta Fajar dkk Tunjukkan Wibawa
Christian Hadinata meminta Fajar Alfian dkk menunjukkan kewibawaan saat bertanding di Olimpiade Paris 2024. Itu akan meningkatkan kepercayaan diri. Halaman all
(Kompas.com) 22/07/24 14:00 11668966
KOMPAS.com - Legenda bulu tangkis, Chritsian Hadinata, menegaskan bahwa Fajar Alfian dkk harus menunjukkan kewibawaan di Olimpiade Paris 2024.
Olimpiade Paris 2024 akan dibuka pada 26 Juli 2024. Cabang bulu tangkis bakal berlangsung mulai 27 Juli-5 Agustus 2024. Indonesia meloloskan 6 wakil bulu tangkis.
Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.
Christian Hadinata mengatakan bahwa para atlet bulu tangkis Indonesia harus menunjukkan aura wibawa saat masuk ke lapangan pertandingan.
"Atlet-atlet kita harus punya wibawa, itu penting banget. Aura wibawa masuk lapangan akan meningkatkan kepercayaan diri," ucap Christian dalam wawancawa untuk Sporty Kompas,com di Pelatnas Cipayung, 5 Juli 2024.
"Hal ini harus lebih dimaksimalkan. Jangan kalah wibawa dengan lawan-lawannya. Semua yang sudah diberikan pelatih kalau tidak ditampilkan dengan bekal kewibawaan percuma saja," katanya.
Legenda peraih dua emas Kejuaraan Dunia dan empat gelar Thomas Cup itu mencontohkan atlet-atlet bulu tangkis yang bertanding dengan penuh wibawa.
Ia menyebut Rudy Hartono, Susy Susanti, Taufik Hidayat, dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
"Kalau dilihat legenda kita, contohnya Rudy Hartono, Susy, Taufik, masuk ke lapangan itu lawan sudah seperti keder," ungkapnya.
"Kalau era sekarang kan kita ingat The Minions (julukan Marcus/Kevin). Biarpun mungil, masuk lapangan kayak mau nerkam lawan. Nah, harus seperti itu," ujar Christian.
"Tunjukkan atlet-atlet Indonesia punya karakter berwibawa," tutur Christian Hadinata melanjutkan.
Chrisian Hadinata juga meminta Fajar Alfian dkk untuk mengurangi kesalahan-kesalahan dan meningkatkan hal-hal yang bisa menjadi senjata saat bertanding seperti servis.
"Kesalahan yang sering dibuat coba dikurangi. Artinya, misal di ganda faktor servis penting banget. Mudahnya kalau atlet ganda servis 10 kali, jangan 50 persen salah. Paling tidak 80 persen bagus," ujarnya.
"Kalau tidak ada perubahan, apalagi di kelas Olimpiade, akan sangat berat. Termasuk defence, yang sudah bagus ditingkatkan. Itu yang selalu asya sampaikan ke pelatih," ucapnya.
"Hal-hal itu sangat vital, khususnya servis yang dapat dikatakan harus bisa menjadi serangan buat lawan. Kalau servis bagus, paling tidak 50 persen buat si pemain, kalau tidak (bagus) 80 persen poin untuk lawan," imbuh Christian.
"Kalau saya lihat dari program latihan sih mengarah ke situ, da banyak perbaikan dan ada hasilnya. saya pernah bilang bagaimana mengimplemantasikan latihan-latihan yang sudah bagus itu di lapangan," tuturnya.
#olimpiade #marcus-kevin #christian-hadinata #olimpiade-paris-2024 #olimpiade-paris