QRIS Bakal Menggerus Transaksi Berbasis Kartu

QRIS Bakal Menggerus Transaksi Berbasis Kartu

Tingginya pertumbuhan transaksi menggunakan QRIS diperkirakan akan berlanjut dan akan menggerus transaksi berbasis kartu. - Halaman all

(InvestorID) 22/07/24 14:36 11673842

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya pergeseran transaksi masyarakat dari yang menggunakan kartu menjadi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Perubahan ini didukung dengan kemudahan dan kenyamanan yang dirasakan masyarakat, yang kebanyakan adalah generasi muda.

Kebiasaan bertransaksi tanpa kartu (cardless) para generasi muda ini pun tercermin dari transaksi yang tercatat pada BI. Di mana, transaksi QRIS melesat 226,54% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2024 dengan jumlah pengguna mencapai 50,50 juta dan jumlah merchant 32,71 juta. Bahkan, pada kuartal II ini pertumbuhannya tetap lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I-2024 sebesar 175,44% (yoy).

Lonjakan yang terjadi pada transaksi QRIS bertolak belakang dengan transaksi kartu ATM/debit yang justru anjlok. Pada kuartal I-2024 tercatat kontraksi 3,8% (yoy), dan pada kuartal II-2024 kembali ambles lebih dalam sebesar -8,42% (yoy). 

"Perubahan pelaku transaksi ritel yg cenderung berubah ke UE (uang elektronik) dan QRIS masih akan terus meningkat. Inovasi instrumen transaksi dari cash menjadi cashless yg dimulai dari kartu kredit/debit telah dipercepat dengan UE dan QRIS," kata Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo kepada Investor Daily, Minggu (21/7/2024) malam. 

Meski yang terjadi di pasar adalah segmentasi, di mana pengguna akan memilih instrumen alat bayar sesuai nilai nominal yang dibayarkan (khususnya untuk transaksi purchase), yaitu tunai akan digunakan untuk tempat yang tidak menerima transaksi non-tunai seperti parkir off-street, kotak amal, iuran lingkungan, dan lain-lain.

"⁠UE chip based akan digunakan untuk transaksi yang membutuhkan waktu cepat, seperti tol, parkir, mode transportasi. ⁠QRIS akan digunakan pada outlet ritel dan kuliner," sambung Arianto.

Baca juga: QRIS Nobu Bank Permudah Transaksi di Sentra Kuliner UMKM Mojokerto

Kemudian, kartu debet akan digunakan untuk ambil tunai di mesin ATM dan pembelanjaaan nilai besar. Serta kartu kredit akan digunakan untuk transaksi non rutin dengan nilai besar.

"Dengan segmentasi ini, maka secara alamiah jumlah transaksi UE/QRIS akan cenderung menggerus transaksi-transaksi yang sebelumnya dilakukan dengan kartu debet/kredit," tutur dia.

Dampak langsung bagi perbankan secara langsung adalah berkurangnya biaya produksi dan penggantian kartu (sisi issuer). Sedangkan, pada sisi acquirer maka ekspansi mitra merchant menjadi lebih cepat (karena tidak semua harus disediakan mesin EDC). 

Dampak tidak langsungnya adalah dana pihak ketiga (DPK) akan cenderung meningkat karena orang cenderung tidak membawa tunai dalam jumlah besar, dan dana hayya akan berkurang saat dilakukan pembelanjaan/pembayaran.

Editor: Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #qris #sistem-pembayaran #kartu-debit #uang-elektronik #qr-code #transaksi-bank #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/367719/qris-bakal-menggerus-transaksi-berbasis-kartu