Ormas dan Sekuriti Bentrok akibat Perebutan Lahan Sengketa di Jakbar
Polisi mengatakan, dua perusahaan masing-masing menyewa jasa ormas dan sekuriti untuk menjaga lahan sengketa itu. Halaman all
(Kompas.com) 22/07/24 21:02 11705326
JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi masyarakat (Ormas) dan sekuriti perusahaan terlibat bentrok karena perebutan lahan sengketa, di wilayah Kembangan Utara, Jakarta Barat, Senin (22/7/2024) siang.
Kapolsek Kembangan Kompol Billy Gustiano Barman menuturkan, bentrokan ini dipicu adanya permasalahan dua perseroan terbatas (PT) berinisial BBH dan SKJN.
"Adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak, dari PT BBH dengan PT SKJN," terang Billy saat diwawancarai, Senin.
Billy mengatakan, dua perusahaan masing-masing menyewa jasa ormas dan sekuriti untuk menjaga lahan sengketa itu.
Alhasil, sekuriti dan ormas itu terlibat bentrok menggunakan senjata tajam. Akibat bentrokan itu ada dua orang yang dibacok.
"Ada dua korban luka-luka (terkena bacokan). Sekarang dirawat di Rumah Sakit Puri," kata Billy.
Atas kejadian ini, polisi telah memediasi kedua perusahaan itu.
"Dua perusahaan membuat surat penyataan dan sepakat untuk tidak melakukan aktivitas apa-apa di tanah yang bersengketa," kata Billy.
"Hal itu sampai ada keputusan hukum yang tetap dari Pengadilan Negeri (PN) maupun dari Badan Pertanahan Negara (BPN)," tambah dia.
Diwawancarai terpisah, salah satu warga bernama Wina mengatakan, ormas dan sekuriti tersebut sejak dua bulan lalu berjaga di lahan itu.
Namun, baru terjadi benteokan pada hari ini.
"Sebelumnya mereka sering teriak-teriak di lahan kosong itu. Kami warga takut tidak berani mendekat," kata Wina.