Deretan Fakta di Balik Peringatan Hari Anak Nasional
Hari Anak Nasional merupakan peringatan penting bagi anak-anak Indonesia dan memiliki sederet fakta menarik di baliknya.
(Kompas.com) 23/07/24 08:38 11767636
KOMPAS.com - Hari Anak Nasional diperingati pada tanggal 23 Juli setiap tahunnya. Perayaan ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan partisipasi seluruh masyarakat dalam pemenuhan hak dan juga perlindungan anak.
Terlebih untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, anak-anak perlu mendapatkan perhatian khusus agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas untuk memimpin bangsa.
Terdapat sederet fakta menarik di balik perayaan Hari Anak Nasional. Berikut rangkuman Kompas.com.
1. Sempat berubah-ubah tanggal
Sebelum resmi diperingati pada tanggal 23 Juli, perayaan Hari Anak Nasional (HAN) sempat mengalami perubahan tanggal, loh.
Dikutip dari laporan Kompas.com, Selasa (23/7/2024), pada awal kemunculannya HAN dinamakan Pekan Kanak-kanak dan diperingati setiap 18 Mei berdasarkan hasil kesepakatan dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) tahun 1951
Namun pada Kongres Kowani tanggal 24-28 Juni 1964, tanggal peringatannya diubah menjadi tanggal 1-6 Juni.
Tangga 6 Juni merupakan hari lahir Presiden Soekarno dan tanggal tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan kepadanya. Namanya pun berubah menjadi Hari Kanak-kanak Nasional.
Peringatan hari anak juga kembali diubah pada tahun 1967 sesuai dengan tanggal 18 Agustus yang bertepatan dengan pengesahan Undang-undang 1945. Namun banyak yang tidak puas karena tanggal tersebut berdekatan dengan hari Kemerdekaan.
Alhasil, kembali diadakan Kongres pada 26-28 Maret 1970 yang memutuskan bahwa Hari Kanak-kanak Nasional ditetapkan tanggal 17 Juni. Pada tahun 1980-an namanya pun mulai berubah menjadi Hari Anak Nasional (HAN).
2. Resmi ditetapkan oleh Presiden Soeharto
Setelah melalui proses yang begitu panjang dan beberapa kali mengalami perubahan tanggal, akhirnya Prof Dr Nugroho Notosusanto selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1984 menyetujui adanya perubahan tanggal kembali menjadi 23 Juli.
Penetapan tersebut didukung oleh Presiden Soeharto dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional yang diteken pada 19 Juli 1984.
Keppres tersebut yang menjadi landasan peringatan Hari Anak Nasional hingga saat ini.
3. Usung tema berbeda tiap tahun
Setiap tahunnya, perayaan HAN ini memiliki tema yang berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan permasalahan yang mengancam anak-anak Indonesia.
Melansir Pedoman HAN dalam situs Kemen PPPA, Perayaan HAN tahun 2024 ini mengusung tema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’.
Tema tersebut menjadi bentuk dukungan untuk anak-anak selaku calon pemimpin bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
4. Berfokus pada perlindungan dari kejahatan siber pada anak
Perkembangan teknologi tentu memberikan kemudahan untuk setiap orang mengakses informasi.
Hasil survei Kemen PPPA dan UNICEF di Tahun 2023, hampir 95% anak Indonesia dengan rentang usia 12-17 tahun mengakses internet minimal dua kali sehari.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk berbagai kegiatan seperti keperluan akademik, belajar keterampilan baru, menjalin relasi dengan keluarga atau teman, mencari hiburan video, dan bermain game.
Namun tak dipungkiri, dunia digital juga berpotensi munculnya kejahatan siber modern yang berbahaya dan bisa mengganggu kondisi psikis serta pertumbuhan anak.
Karenanya, hal ini perlu menjadi perhatian khusus seluruh lapisan masyarakat dalam peringatan HAN 2024.
5. Berbeda dengan Hari Anak Sedunia
Perayaan hari anak dirayakan berbeda-beda di setiap negara. Selain itu, adap perayaan Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 November.
Perayaan Hari Anak Sedunia menjadi aksi tahunan UNICEF untuk meningkatkan kesejahteraan pada anak-anak di seluruh dunia.
View this post on Instagram
#sejarah-hari-anak-nasional #hari-anak-nasional-2024 #tema-hari-anak-nasional-2024 #fakta-hari-anak-nasional