Cerita Warga Dihantui Ketakutan Saat Bentrok Ormas dan Sekuriti Pecah di Jakbar

Cerita Warga Dihantui Ketakutan Saat Bentrok Ormas dan Sekuriti Pecah di Jakbar

Bentrokan ormas dan sekuriti terjadi di wilayah Jakarta Barat. Keributan ini dipicu karena sengketa lahan. Halaman all

(Kompas.com) 23/07/24 17:06 11810818

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di wilayah Kembangan Utara, Jakarta Barat, dihantui ketakutan akibat adanya bentrokan antara organisasi masyarakat (Ormas) dan sekuriti perusahaan pada Senin (22/7/2024) siang.

Bentrokan itu dipicu perebutan sengketa antara dua perusahaan. Adapun ormas dan sekuriti itu merupakan orang-orang sewaan dari dua perusahaan yang bersengketa.

Dua bulan lalu

Wina (44), salah satu warga RT 06 RW 01 Kembangan Utara, Jakarta Barat menuturkan, perselisihan ormas dan sekuriti yang dipicu soal lahan sengketa itu terjadi sejak dua bulan lalu.

"Cekcoknya itu sudah dua bulan ke belakang. Kalau bentrok (ormas dan sekuriti) baru kali ini," ucap Wina saat diwawancarai di lokasi, Senin (22/7/2024).

Selama ini, warga yang tak jauh dari lahan bersengketa itu ketakutan karena ormas dan sekuriti sering berteriak. Mereka terlibat adu mulut hingga membuat suasana mencekam.

Terlebih saat terjadi bentrokan antar keduanya pada Senin siang. Tak sedikit warga yang sedang bertani di sekitar lokasi kabur karena ketakutan.

Para ormas dan sekuriti itu disebut membekali diri dengan senjata tajam.

"Saya lihat ada puluhan orang yang terlibat bentrok. (Mereka datang) bawa motor dan mobil. Saat bentrok, warga yang bertani masih di sana. Mereka katanya ketakutan dan kabur semua," kata Wina.

Tak keluar rumah

Selain Wina, Aji (41), warga lainnya juga menuturkan hal yang sama. Ia pun melihat suasana mencekam dari video amatir yang dikirim warga yang menggambarkan detik-detik terjadi bentrok.

"Ada yang bawa pedang saya lihat di video. Kami semua takut enggak berani ke luar rumah," tutur Aji.

Aji mendengar ada korban dari bentrokan itu. Namun, ia tidak tahu berapa jumlah pastinya.

"Saya lihat ada yang badannya luka di video," tutur Aji.

Sementara itu, Kapolsek Kembangan Kompol Billy Gustiano Barman menuturkan, bentrok ini dipicu adanya permasalahan dua perusahaan (PT) berinisial BBH dan SKJN.

Kedua perusahaan menyewa jasa ormas dan sekuriti untuk menjaga lahan itu.

"Adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak, dari PT BBH kemudian dengan PT SKJN," terang Billy saat diwawancarai.

Korban diminta lapor polisi

Billy mengatakan, korban bacok dalam bentrokan antara organisasi masyarakat dan sekuriti segera untuk melapor.

"Kami sudah membuat pengantar visum dan mengarahkan korban untuk membuat laporan polisi," ucap Billy.

Identitas korban yang terluka akibat bentrokan ormas dan sekuriti itu belum diketahui. Namun, Billy menyebut, korban mengalami luka-luka di bagian tubuh.

"Korban alami luka di tubuhnya. Selanjutnya, masih kami selidiki," tutur Billy.

Billy menuturkan, kedua belah pihak kini sepakat untuk damai, sampai status tanah tidak sengketa.

"Permasalahannya kan masing-masing pihak itu mengeklaim memiliki hak atas objek tanah," jelas Billy.

(Reporter : Rizky Syahrial | Editor : Akhdi Martin Pratama, Jessi Carina)

#bentrokan-ormas-di-jakarta #ormas-bentrok-di-jakbar #dipicu-sengketa-lahan

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/23/17061831/cerita-warga-dihantui-ketakutan-saat-bentrok-ormas-dan-sekuriti-pecah-di