Asuransi Sinar Mas Catatkan Premi Asuransi Properti 2,7 Triliun di Juni 2024
PT Asuransi Sinar Mas mencatatkan premi asuransi properti mencapai 2,7 triliun per Juni 2024.
(Kontan-Keuangan) 23/07/24 20:48 11830760
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Sinar Mas mencatatkan premi asuransi properti mencapai 2,7 triliun per Juni 2024.
Direktur Asuransi Sinar Mas Dumasi Samosir optimis lini bisnis utama perusahaan masih akan terus bertumbuh hingga akhir tahun ini.
Terkait dengan menurunnya porsi insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) yang kini menjadi 50%, Dumasi menerangkan kebijakan tersebut tak terlalu berpengaruh terhadap perusahaan.
Dia meyakini pertumbuhan properti bisa terus berkembang. Dengan demikian, hal itu juga akan mendongkrak asuransi properti perusahaan.
Sebagai info, perusahaan mencatatkan pendapatan premi dari lini asuransi properti sebesar 2,06 triliun pada tahun 2023.
"Pertama itu properti, kemudian asuransi kendaraan, lalu kesehatan," katanya.
Dumasi menyebut pendapatan premi secara keseluruhan pada tahun lalu sebesar Rp 9,6 triliun.
Dumasi menerangkan Asuransi Sinar Mas menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 9,7 triliun pada tahun 2024. Dia menyebut hingga Juni 2024, nilainya sudah mencapai Rp 5,6 triliun. Dumasi tak memungkiri pihaknya memasang target tak begitu tinggi karena melihat kondisi pada tahun ini.
"Kami juga sudah melihat dari awal bahwa akan ada penurunan di asuransi mobil. Selain itu, ada juga penurunan dari sisi ekonomi," katanya pada KONTAN, Selasa (23/7).
Untuk mencapai target tersebut, Dumasi menyampaikan pihaknya akan memaksimalkan lini bisnis lainnya yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berinovasi dalam mengeluarkan produk. Salah satunya yang akan didorong, yakni produk trade credit insurance atau suransi piutang. Dia bilang potensinya masih cukup bagus saat ini.
Asuransi Sinar Mas Catatkan Premi Asuransi Properti Capai 2,7 Triliun di Juni 2024
#pt-asuransi-sinar-mas #asuransi-properti #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #asuransi #n-a