Mengungkap Fakta Sains di Balik Tidurnya Tujuh Pemuda Kahfi

Mengungkap Fakta Sains di Balik Tidurnya Tujuh Pemuda Kahfi

Ashabul Kahfi atau Pemuda Gua adalah pemegang teguh ajaran tauhid

(Republika) 24/07/24 06:29 11883966

REPUBLIKA.CO.ID, Kisah tujuh pemuda yang tertidur di dalam gua selama 309 tahun sehingga menyelamatkan iman mereka sungguh populer di Alquran. Ayat tersebut juga mengungkapkan bagaimana Allah SWT menjaga kondisi mereka untuk tetap tidur.

Allah SWT berfirman:

وَتَحْسَبُهُمْ اَيْقَاظًا وَّهُمْ رُقُوْدٌ ۖوَّنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَذَاتَ الشِّمَالِ ۖوَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيْدِۗ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَّلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا

"Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka." (QS. Al Kahfi ayat 18)

Ashabul Kahfi atau Pemuda Gua adalah pemegang teguh ajaran tauhid, dan beriman hanya kepada Allah sebagai Yang pantas untuk disembah. Mereka mengagungkan Allah sebagai Penguasa langit dan bumi, berbeda dengan masyarakat di mana mereka itu hidup yang menganut paham politheisme (musyrik).

Para Pemuda Gua itu adalah penganut tauhid (QS al-Kahf/18: 14-16). Akibat keimanan yang berbeda dengan masyarakatnya tersebut, keselamatan jiwanya terancam. Oleh karena itu Allah memerintahkan mereka itu untuk berlindung dengan cara memasuki gua yang ditunjukkan oleh Allah (QS al-Kahf/18: 16)

Jika dicermati bagaimana Allah menidurkan mereka, maka dapatlah dilihat beberapa hal yang menarik, yaitu:

1. Mereka, Așĥābul-Kahfi, ditutup telinganya (lihat ayat 11)

فَضَرَبْنَاعَلَىٰٓءَاذَانِهِمْفِىٱلْكَهْفِسِنِينَعَدَدًا

Fa ḍarabnā \'alā āżānihim fil-kahfi sinīna \'adadā

Artinya: Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu.

Mereka ditempatkan dalam gua yang luas, di mana sinar matahari tidak masuk ke gua itu. Matahari terbit di sebelah kanan gua dan terbenam di sebelah kirinya (lihat ayat 17)

وَتَرَىٱلشَّمْسَإِذَاطَلَعَتتَّزَٰوَرُعَنكَهْفِهِمْذَاتَٱلْيَمِينِوَإِذَاغَرَبَتتَّقْرِضُهُمْذَاتَٱلشِّمَالِوَهُمْفِىفَجْوَةٍمِّنْهُۚذَٰلِكَمِنْءَايَٰتِٱللَّهِۗمَنيَهْدِٱللَّهُفَهُوَٱلْمُهْتَدِۖوَمَنيُضْلِلْفَلَنتَجِدَلَهُۥوَلِيًّامُّرْشِدًا

Wa tarasy-syamsa iżā ṭala\'at tazāwaru \'ang kahfihim żātal-yamīni wa iżā garabat taqriḍuhum żātasy-syimāli wa hum fī fajwatim min-h, żālika min āyātillāh, may yahdillāhu fa huwal-muhtadi wa may yuḍlil fa lan tajida lahụ waliyyam mursyidā

Artinya: Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

3. Tubuh Așĥābul-Kahfi dibolak-balikkan oleh Allah ke kanan dan ke kiri (lihat ayat 18).

Marilah kita cermati satu per satu dari ketiga hal menarik di atas.

1. Allah menutup telinga AșĥābulKahfi (ayat 11). Dengan tindakan ini, para pemuda gua itu tidak mendengar kebisingan luar, yang bisa membangunkannya dari tidur. Dengan kata lain penutupan telinga, yaitu “memutus” pende- ngaran keluar sehingga keadaan hening. Hal ini akan dapat memperpanjang waktu lelap tidurnya.

Telinga dikenal mempunyai empat titik akupunktur yang bertanggung jawab untuk menekan nafsu ma- kan (Lee,2012). Oleh karena itu, kalimat “Allah menutup telinga” juga berarti Allah menekan empat titik akupunktur pada telinga așĥābul kahfi, sehingga nafsu makan mereka sangat berkurang.

Tidak ada sinar matahari masuk gua. Sebab matahari terbit dari sisi kanan gua dan terbenam di sisi kiri (Ayat 17). Jadi sepanjang hari keadaan gua yang luas itu, selalu dalam keadaan redup atau gelap; suhu da- lam gua tersebut tentu dingin/sejuk.

Keadaan gelap/redup atau tidak adanya cahaya masuk, dengan suhu yang dingin/sejuk akan mampu untuk memperpanjang waktu tidur. Sebagai ilustrasi, kalau kita naik pesawat dari Mekah menuju Jakarta pada waktu malam, maka belum sampai 6 jam kita telah berjumpa dengan siang karena pesawat menuju arah terbit matahari.

Agar kita tetap dapat tidur sampai 6 jam, awak pesawat memerintahkan untuk menutup jendela sehingga sinar matahari tidak masuk. Dengan demikian, para penumpang dapat tidur hingga 6 jam seolah masih malam.

Tubuh așĥābul-kahfi dibolak-balikkan oleh Allah, ke kanan dan ke kiri (ayat 18). Dengan cara demikian pro- ses aliran darah Pemuda Gua itu tetap terjaga. Dengan ruang gua yang luas, mereka tidak saling berdesakan satu sama lain, yang memungkinkan mere- ka bisa bangun. Ruang yang luas juga memungkinkan mereka bisa bolak-ba- lik dengan leluasa sehingga peredaran darah mereka terjaga dan proses me- tabolisme tubuh tetap berjalan sehing ga mereka tetap bisa survive dalamjangka lama.

Dengan demikian, fenomena diatas: keheningan/kesenyapan, kere- dupan/kegelapan, suhu sejuk/dingin, berkurangnya atau tidak adanya nafsu makan, dan tubuh yang selalu bergerak dalam tempat yang luas, yang dialami oleh mereka yang sedang dalam kon- disi tidur akan memungkinkannya un- tuk memperpanjang waktu tidur dan badannya survive. Dengan kehendak Allah subĥānahū wa ta‘ālā mereka bisa tidur selama jangka waktu 300 tahun jika dihitung dengan Kalender Matahari, atau 309 tahun (ayat 25) jika dihitung dengan Kalender Bulan

#ashabul-kahfi #tujuh-pemuda-kahfi #fakta-sains-tujuh-pemuda-kahfi #bagaimana-pemuda-kahfi-tertidur-dalam-gua #allah-jaga-tujuh-pemuda-kahfi #misteri-pemuda-kahfi

https://iqra.republika.co.id/berita/sh3nxf483/mengungkap-fakta-sains-di-balik-tidurnya-tujuh-pemuda-kahfi