Sorotan Beban Kerja Pesepak Bola Jadi Sorotan, FIFA Beri Pembelaan
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memberikan respons terkait beban kerja pesepak bola dunia yang tengah menjadi sorotan. Halaman all
(Kompas.com) 24/07/24 09:58 11905608
KOMPAS.com – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memberikan respons terkait beban kerja pesepak bola dunia yang tengah menjadi sorotan.
Liga-liga Eropa, yang mewakili 39 liga dan 1.130 klub di 33 negara Eropa dan FIFPRO (asosiasi pesepak bola profesional) mengajukan keluhan kepada Komisi Eropa terhadap FIFA soal kalender pertandingan internasional.
Pasalnya, kedua pihak tersebut menilai bahwa kalender internasional telah melampaui batas sehingga menambah risiko bagi kesehatan pemain.
Namun, sebuah studi dari CIES Football Observatory, suatu badan riset independen, menyebutkan bahwa mayoritas klub tidak memainkan lebih banyak pertandingan permusim.
Laporan CIES menemukan antara tahun 2012-2024, rata-rata jumlah pertandingan klub per musim sekitar 40 laga, dengan lima persen klub memainkan 60 pertandingan atau lebih per musim.
“Keputusan FIFA dalam beberapa tahun terakhir sudah berulang kali menguntungkan kompetisi dan kepentingan komersial,” demikian pernyataan FIFPRO.
View this post on Instagram
“Mengabaikan tanggung jawab mereka sebagai badan pengatur (sepak bola), dan merugikan kepentingan ekonomi liga nasional dan kesejahteraan pemain,” lanjut keterangan FIFPRO.
FIFPRO menyoroti FIFA yang tidak melibatkan mereka dan liga dalam proses pengambilan keputusan jadwal internasional.
“Selama beberapa tahun, liga-liga dan serikat pemain mendesak FIFA untuk melakukan proses yang jelas, transparan, dan adil terkait kalender laga internasional,” tulis FIFPRO.
“Sayangnya, FIFA secara konsisten menolak untuk melibatkan liga nasional dan serikat pemain dalam proses pengambilan keputusan.”
Akan tetapi, FIFA menolak klaim yang menyebut pihaknya tidak melibatkan FIFPRO dan liga-liga dalam proses pengambilan keputusan.
“Kalender saat ini disetujui dengan suara bulat oleh Dewan FIFA, yang terdiri dari perwakilan semua benua, termasuk Eropa setelah konsultasi komprehensif yang mencakup FIFPRO dan badan-badan liga,” kata pernyataan resmi FIFA di media sosial.
“Kalender FIFA adalah instrumen yang memastikan bahwa sepak bola internasional dapat terus bertahan, hidup berdampingan bersama klub sepak bola domestik dan kontinental,” lanjut pernyataan FIFA.
Di samping itu, FIFA mengatakan bahwa pihaknya mempunyai komitmen untuk melindungi para pesepak bola.
“Sejumlah liga di Eropa, yang juga penyelenggara dan regulator kompetisi bertindak dengan kepentingan komersial, munafik, dan tanpa mempertimbangkan pihak lain,” tulis FIFA.
“Liga-liga itu lebih menyukai kalender yang diisi dengan pertandingan persahabatan dan tur musim panas, yang sering kali melibatkan perjalanan global yang luas.”
“Sebalknya, FIFA harus melindungi kepentingan keseluruhan sepak bola dunia, termasuk perlindungan pemain, di semua level,” lanjut FIFA.
Hal ini juga telah diutarakan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino di Kongres FIFA di Thailand beberapa waktu lalu di mana ia mengutarakan bahwa pihaknya hanya bertanggung jawab untuk jumlah kecil dari laga-laga yang melibatkan klub-klub dan tim nasional.
“Dengan satu atau dua persen pertandingan yang FIFA selenggarakan, FIFA mendanai sepak bola di seluruh dunia," ujar Infantino.
"Pendapatan yang kami hasilkan tidak hanya mengalir ke beberapa klub di satu negara."
"Pendapatan yang kami hasilkan mengalir ke 211 negara di seluruh dunia. Tidak ada organisasi lain yang melakukan hal tersebut,” ujarnya.
“(Kami) harus fokus pada tugas dan misi kami, yaitu menyelenggarakan event-event dan kompetisi, serta mengembangkan sepak bola di seluruh dunia karena 70 persen dari Asosiasi Anggota FIFA tidak akan memiliki sepak bola tanpa sumber daya yang datang langsung dari FIFA.”