Kenaikan Beban Pangkas Laba Arwana Citramulia (ARNA)

Kenaikan Beban Pangkas Laba Arwana Citramulia (ARNA)

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membukukan laba bersih sebesar Rp 203,15 miliar, turun 16,59% akibat naiknya beban pokok penjualan 5,95%. - Halaman all

(InvestorID) 24/07/24 10:26 11906620

JAKARTA, investor.id - PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mengumumkan laporan keuangan pada semester I-2024. Hasilnya, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 203,15 miliar, terpangkas 16,59% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 243,57 miliar.

Merujuk laporan keuangan yang dipublikasi, penurunan laba tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan beban pokok penjualan yang mencapai 6,4%, menjadi Rp 803,37 miliar pada semester I-2024, dari semula Rp 754,96 miliar pada semester I-2023.

Kenaikan biaya ini membuat margin keuntungan perusahaan tertekan, meskipun volume penjualan ARNA relatif stabil.

Selain itu, beban penjualan ARNA juga membengkak sebesar 5,95%, dari Rp 117,32 miliar menjadi Rp 124,31 miliar pada semester I-2024. Peningkatan beban ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar dan menjaga daya saing, meskipun berdampak pada profitabilitas jangka pendek.

Beban keuangan ARNA turut mengalami lonjakan signifikan sebesar 63,6%, menjadi Rp 6,71 miliar dari Rp 4,1 miliar pada semester I-2023, menambah tekanan pada laba bersih.

Penjualan bersih emiten produsen keramik dengan aset sebesar Rp 2,42 triliun ini juga tergerus sebesar 0,32%, menjadi Rp 1,221 triliun pada semester I-2024, dari Rp 1,225 triliun pada semester I-2023.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 1,035 triliun atau setara 84,79% disumbang dari penjualan keramik ke pihak berelasi. Sedangkan Rp 191,29 miliar atau setara 15,66% berasal dari penjualan ke pihak ketiga.

Target 2024

Arwana Citramulia atau ARNA menargetkan laba bersih 2024 bertumbuh sebesar 3,6% menjadi Rp 461,32 miliar dari tahun lalu Rp 445,29 miliar. Peningkatan laba tersebut sejalan dengan ekspektasi penjualan yang naik sebesar 7,8% menjadi Rp 2,64 triliun dibanding sebelumnya Rp 2,44 triliun.

Optimisme itu, kata Chief Operating Officer Arwana Citramulia Edy Suyanto, didasari atas harga jual rata-rata keramik yang meningkat menjadi Rp 39.735 per meter persegi (m2). Di samping itu, perseroan juga akan memperluas jaringan pemasaran dengan membuka enam depo baru yang berlokasi di Dumai, Probolinggo, Aceh, Singkawang, Pangkalan Bun, dan salah satu kota yang berada di Provinsi Kalimantan Utara.

“Dengan adanya enam depo baru ini, diharapkan meningkatkan kemampuan pelayanan kami di 38 ribu outlet di seluruh Indonesia,” kata Edy dalam paparan publik yang digelar Arwana di Aula Nuansa, Plant II, Serang, Banten.

Dia menambahkan, perseroan juga akan meningkatkan kapasitas produksi sejalan dengan pembukaan depo-depo baru. Termasuk, ARNA berencana melakukan ekspansi lebih lanjut dengan membangun pabrik Plant 4C dan Plant 4D di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

“Dengan semua langkah yang diupayakan, manajemen menargetkan penjualan bersih sebesar Rp 2,64 triliun dan laba bersih Rp 461 miliar di tahun usaha 2024, atau meningkat masing-masing sekitar 7,8% dan 3,6%,” ungkap Edy.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #arna #arna-saham #arwana-citramulia #emiten-keramik #edy-suyanto #arna-semester-i-2024 #laba-arwana-citramulia #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/367950/kenaikan-beban-pangkas-laba-arwana-citramulia-arna