Industri Hilir Plastik Tertekan, Aphindo Beberkan Persaingan dengan Barang Impor

Industri Hilir Plastik Tertekan, Aphindo Beberkan Persaingan dengan Barang Impor

Industri hilir plastik harus mengurangi permintaan kepada industri hulu hingga 40%. 

(Kontan-Industri) 24/07/24 12:13 11918110

Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Plastik Hilir Indonesia (Aphindo) mengatakan akibat diserbu barang impor murah, industri hilir plastik harus mengurangi permintaan kepada industri hulu hingga 40%. Efeknya, sejumlah perusahaan hulu plastik kini menghentikan sejumlah mesinnya dengan alasan pemeliharaan.
"Kalau ditanya berapa persen penurunannya bisa mencapai 40% penurunannya, karena barang tidak bisa bersaing dengan barang impor," ungkap Sekretaris Jenderal Aphindo, Henry Chevalier, saat dihubungi Kontan, Selasa (23/07).
Ia menambahkan barang jadi plastik yang masuk ke Indonesia memiliki harga yang sangat kompetitif dengan produk dalam negeri. Selisih harga impor dengan barang lokal bisa mencapai 8%-10% lebih murah.
"Kenapa bisa lebih murah? Ini karena harga barang baku lokal yang terlalu mahal. Industri hulu belum mampu mensuplay seluruh kebutuhan dalam negeri. Sehingga kita harus impor bahan baku. Kemampuan industri hulu untuk mensuport kebutuhan dalam negeri itu antara 60%-70% berarti 30%-40% harus impor," jelasnya.



#asosiasi-industri-plastik-hilir-indonesia-aphindo #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #manufaktur #n-a

https://industri.kontan.co.id/news/industri-hilir-plastik-tertekan-aphindo-beberkan-persaingan-dengan-barang-impor