Banyak Anak Muda Semakin Kenal Kebaya karena Film, Benarkah?
Peran industri film sangat besar untuk membuat gerakan berkebaya sehari-hari semakin luas.
(Kompas.com) 24/07/24 20:51 11965225
JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan perempuan pegiat kebaya telah lama mengkampanyekan berkebaya sehari-hari.
Belakangan, gerakan semakin masif karena ada semakin banyak perempuan yang mulai berkebaya, walaupun mereka memadukan kebaya dengan pakaian sehari-hari dan masih belum benar-benar berkebaya setiap hari.
Agar gerakan berkebaya sehari-hari semakin masif, pegiat kebaya Atie Nitiasmoro menuturkan, industri film perlu lebih andil dalam gerakan tersebut.
Atie mencontohkan peran Dian Sastrowardoyo sebagai Dasiyah atau "Jeng Yah" dalam serial Netflix "Gadis Kretek".
"Kebaya Janggan kan nyaris tidak dikenal masyarakat karena kebayanya Abdi Dalem Keraton. Begitu dipakai Dian Sastro di Gadis Kretek kan langsung viral," ujar dia kepada Kompas.com, bener waktu lalu.
Dampaknya, cukup banyak perempuan Indonesia yang menggunakan kebaya Janggan meski hanya untuk acara tertentu saja.
Namun, setidaknya serial itu berperan dalam memperkenalkan model kebaya itu ke khalayak yang lebih luas.
Ditambah lagi, "Gadis Kretek" memantik minat perempuan Indonesia untuk kembali berkebaya dan mengenal kebaya lebih jauh.
"Kebaya Janggan kalau pakemnya harus warna hitam karena dipakai Abdi Dalem. Karena dipakai Dian Sastro dan jadi viral, warnanya dan modelnya ada modifikasi sekarang," tutur Atie.
Atie mengatakan bahwa peran industri film sangat besar untuk membuat gerakan berkebaya sehari-hari semakin luas.
Karya-karya seperti "Gadis Kretek" dapat membuat perempuan yang sebelumnya malas berkebaya menjadi senang berkebaya.
"Industri kreatif (termasuk industri film) juga menunjang gerakan berkebaya, kami saling bersinergi. Tidak bisa dalam gerakan berkebaya mengklaim pihak mana yang paling besar perannya," Atie berujar.
"Semua kerja sama, sehingga kebaya kembali populer dan orang dengan senang hati menjadikan kebaya sebagai pakaian sehari-hari," sambung dia.
Menurut Atie, industri film perlu membuat lebih banyak film atau serial yang mana para pemeran perempuannya memakai kebaya seperti dalam "Gadis Kretek".
Selain memperbesar gerakan berkebaya sehari-hari, dampaknya juga menunjang kemajuan UMKM yang bergerak dalam bidang fesyen.
Misalnya, ada lonjakan permintaan kebaya dalam warna atau model yang lebih bervariasi.
"Sangat (memajukan UMKM). Membantu perekonomian bangsa secara keseluruhan," pungkas dia.
View this post on Instagram
#asal-usul-kebaya #perkembangan-kebaya #kebaya-sehari-hari #kebaya-untuk-sehari-hari #artis-berkebaya #perempuan-indonesia-berkebaya #hari-kebaya-nasional-2024