Harga Batu Bara Naik Saat IEA Prediksi Permintaan Datar
Harga batu bara naik pada Rabu (24/7/2024). Di saat International Energy Agency (IEA) memprediksi permintaan batu bara datar pada tahun ini - Halaman all
(InvestorID) 25/07/24 06:47 12020854
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara naik pada Rabu (24/7/2024). Di saat International Energy Agency (IEA) memprediksi permintaan batu bara datar pada tahun ini dan 2025.
Harga batu bara Newcastle untuk Juli 2024 naik 0,05% menjadi US$ 134,75 per ton. Sedangkan Agustus 2024menguat US$ 0,35 menjadi US$ 138,55 per ton. Sementara itu, September 2024 meningkat US$ 0,55 menjadi US$ 138,95 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Juli 2024 naik 1,15% menjadi US$ 106,4. Sedangkan, Agustus 2024 menguat US$ 2,85 menjadi US$ 112,45. Sementara itu, September 2024 terkerek US$ 2,7 menjadi US$ 112,65.
Dikutip dari Reuters, EIA menyebut, permintaan batu bara global diperkirakan akan tetap datar tahun ini dan tahun depan karena permintaan listrik yang lebih tinggi di beberapa negara ekonomi utama mengimbangi pesatnya perluasan tenaga surya dan angin.
Pemanfaatan batu bara global naik sebesar 2,6% pada tahun 2023 ke titik tertinggi sepanjang masa, didorong oleh pertumbuhan yang kuat di dua konsumen batu bara terbesar, China dan India.
Sementara permintaan batu bara tumbuh di sektor listrik dan industri, pendorong utamanya adalah penggunaan batu bara untuk mengisi kesenjangan yang disebabkan oleh rendahnya produksi tenaga air dan permintaan listrik yang meningkat pesat, laporan tersebut menunjukkan.
"Analisis kami menunjukkan bahwa permintaan batu bara global kemungkinan akan tetap datar hingga tahun 2025, berdasarkan pengaturan kebijakan dan tren pasar saat ini," kata Keisuke Sadamori, direktur pasar energi dan keamanan IEA.
Penerapan EBT
Sadamori menambahkan, penerapan energi baru terbarukan (EBT), yaitu tenaga surya dan angin yang terus berlanjut, dikombinasikan dengan pemulihan tenaga air di China, memberikan tekanan yang signifikan pada penggunaan batu bara. Namun, sektor kelistrikan merupakan pendorong utama permintaan batu bara global, dan konsumsi listrik tumbuh sangat kuat di beberapa negara ekonomi utama.
“Tanpa pertumbuhan konsumsi yang begitu kuat, penggunaan batu bara global akan menurun tahun ini,” katanya.
Meskipun penggunaan tenaga surya dan angin yang terus berlanjut memperlambat pertumbuhan penggunaan batu bara di China, permintaan listriknya diperkirakan akan naik sebesar 6,5% tahun ini, sehingga penurunan konsumsi batu bara tidak mungkin terjadi.
Di India, pertumbuhan permintaan batu bara akan melambat pada paruh kedua tahun 2024 karena kondisi cuaca kembali ke rata-rata musiman dan peningkatan produksi tenaga air.
Setelah turun lebih dari 25% pada tahun 2023, pembangkitan listrik batu bara di Uni Eropa diperkirakan akan turun hampir sama banyaknya lagi tahun ini.
Penggunaan batu bara juga telah berkontraksi secara signifikan di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun terakhir, tetapi permintaan listrik yang lebih kuat dan lebih sedikit peralihan dari batu bara ke gas alam mengancam akan memperlambat tren ini pada 2024, kata laporan itu.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #harga-batu-bara #batu-bara #harga-batu-bara-newcastle #harga-batu-bara-rotterdam #iea #prediksi-iea #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/368066/harga-batu-bara-naik-saat-iea-prediksi-permintaan-datar