Mengintip Koleksi Kebaya Legendaris Tien Soeharto, Otentik dan Menawan
8 koleksi kebaya Tien Soeharto yang otentik dipamerkan di dalam Perayaan Hari Kebaya Nasional 2024.
(Kompas.com) 25/07/24 09:09 12030400
JAKARTA, KOMPAS.com - Raden Ayu Siti Hartinah atau yang lebih akrab dikenal Tien Soeharto masuk ke daftar pahlawan nasional perempuan Indonesia.
Gelar tersebut diberikan kepadanya berkat upayanya yang konsisten menggunakan batik serta kebaya di setiap aktivitasnya. Hal tersebut menjadi bentuk pelestarian warisan budaya bangsa.
Istri Presiden Indonesia kedua, Jenderal Besar Purnawirawan Soeharto itu memang gemar mengenakan kebaya semasa hidupnya. Bahkan ia memiliki beragam koleksi kebaya yang memukau.
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd mengungkap bahwa putri keempat Soeharto yaitu Titiek Soeharto berinisiasi untuk memamerkan kebaya milik sang ibu.
Terdapat 8 koleksi yang dipinjamkan oleh Titiek Soeharto spesial dalam rangka perayaan Hari Kebaya Nasional 2024.
“Kami sowan ke ibu Titiek Soeharto bahwa kami akan menyelenggarakan acara hari kebaya dan mengundang beliau. Ternyata beliau berinisiatif untuk memperlihatkan kebaya yang dikenakan Bu Tien ketika menjadi first lady,” kata Giwo kepada Kompas.com saat ditemui di Istora Senayan, Rabu (24/7/2024).
Kebaya kutubaru pakem
KOMPAS.com/Devi Pattricia Koleksi kebaya legendaris milik Tien Soeharto dipamerkan dalam Perayaan Hari Kebaya Nasional di Istora Senayan, Rabu (24/7/2024).Semasa menjadi ibu negara, Tien Soeharto sering tampil anggun dalam balutan kebaya kutubaru.
Berdasarkan pengamatan dari Kompas.com, koleksi kebaya yang dipamerkan didominasi oleh motif bunga-bunga klasik dan ramai yang digandrungi pada masanya.
Bahkan delapan kebaya tersebut pun memiliki variasi warna yang berbeda-beda dan sangat berwarna-warni.
“Kebaya ini sebagian besar memang desainnya pakem kebaya kutubaru atau kebaya bef. Jadi sangat luar biasa dari jaman dulu sampai sekarang masih tren,” jelas Giwo.
Tak cuma itu, semua koleksi yang dipamerkan pun disertai dengan selendang yang menempel di bahu kiri. Setiap warna selendangnya menyesuaikan dengan warna kebayanya.
Giwo mengungkap kebaya yang dipamerkan tersebut kebaya asli, bukan replika. Bahkan bahan kainnya pun masih sangat bagus dan warnanya tak pudar meski sudah termakan waktu.
“Karena ini juga kebaya pakem klasik yang sesuai dengan aturannya. Ini asli kebaya Bu Tien dipamerkan langsung sebanyak 8 kebaya dan kainnya,” ujarnya.
Didominasi kain lilit wiron khas Solo
KOMPAS.com/Devi Pattricia 8 koleksi kebaya milik Tien Soeharto dipamerkan dalam Perayaan Hari Kebaya Nasional di Istora Senayan, Rabu (24/7/2024).Tien Soeharto adalah sosok perempuan yang lahir di Surakarta, Solo. Ia tumbuh begitu dekat mengenal budaya khas Solo. Ternyata hal tersebut terus dibawa meski kala itu menjadi Ibu Negara.
Kecintaannya terhadap budaya khas Solo juga diselipkan dalam busananya, yaitu melalui kain batik yang ia gunakan sebagai bawahan bersama kebaya.
Salah satu ciri khasnya dalam berbusana yaitu model kainnya yang berwiron. Wiron merupakan lipatan-lipatan kecil di salah satu sisi kain jarik dengan ukuran yang disesuaikan dengan motif.
“Jadi ini berwiron, kalau kebaya pakem itu atasnya ada bef dan selalu ada bukaan di depan. Kemudian (bagian bawahnya) ada kain sogan dengan wiron,” tutur Giwo.
“Jadi yang dipakai beliau ini ciri khas Solo, kalau Jogja kain wironnya itu bagian putihnya di luar,” sambungnya.
Koleksi kain batik milik Tien Soeharto masih sangat otentik dan memiliki unsur tradisional yang kental. Beberapa kain batik juga di gantungkan di sebelah foto Tien Soeharto.
Tak cuma itu, model-model kebaya milik Tien Soeharto ini pun tampak masih sangat cocok untuk digunakan di era sekarang. Ini menandakan bahwa kebaya bukan hanya pakaian orang ‘dulu’ tetapi bisa dipakai dari masa ke masa.
View this post on Instagram
#tien-soeharto #kebaya #hari-kebaya-nasional-2024 #koleksi-kebaya-tien-soeharto