Cerita Pemain Zambia Menangis Wujudkan Mimpi Bertemu Ronaldo
Penyerang asal Zambia Fashion Sakala, bercerita dirinya pernah menangis seusai mendapatkan jersey bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo.
(Kompas.com) 25/07/24 10:21 12035640
KOMPAS.com – Penyerang asal Zambia yang membela Al Fayha, Fashion Sakala, bercerita dirinya pernah menangis seusai mendapatkan jersey bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo.
Fashion Sakala memutuskan untuk bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Fayha, dari Rangers pada Agustus 2024.
Keputusan merumput dengan Al Fayha membuat Sakala sudah merasakan bersua dengan Cristiano Ronaldo yang membela klub Arab Saudi, Al Nassr.
Memang, mantan penyerang Spartak dan KV Oostende itu memutuskan berlabuh ke Al Fayha agar dirinya dapat melakoni duel kontra Ronaldo.
Tak ayal, Sakala menjelaskan, dirinya tidak perlu berpikir panjang untuk menandatangani kontrak dengan Al Fayha.
“Keputusan untuk datang ke Al Fayha tak sulit,” kata Sakala, dikutip dari SNL24.
“Ketika mereka mengatakan kepada saya tentang timnya dan membuat tawaran, itu adalah hal yang saya cari, itu hal yang sudah saya impikan sejak kecil,” imbuhnya.
“Seusai menerima tawarannya, saya mengingat mimpi saya bertemu Ronaldo, jadi saya sangat senang menerima tawaran itu guna mewujudkan mimpi saya,” ungkap dia.
Pemain yang sudah mentas di Liga Europa sebanyak 11 laga itu mengatakan bahwa Ronaldo merupakan sosok yang membuat sejumlah pemain top memilih melanjutkan karier di Arab Saudi.
“Ronaldo membuka pintu bagi banyak pemain untuk datang ke Liga Arab Saudi,” kata pemain dengan 30 caps bersama Zambia itu.
Selanjutnya, Fashion Sakala bercerita mengenai momen spesial saat dirinya bertanding menghadapi Ronaldo.
Eks penyerang Rangers itu mengatakan, dirinya tak kuasa menahan tangis saat mendapatkan jersey Ronaldo.
Ia bahkan mengaku terkejut ketika Ronaldo juga meminta jersey Al Fayha yang dikenakannya.
“Pada salah satu laga, saya meminta jersey Ronaldo dan yang menarik adalah dia meminta saya untuk memberikan kostum saya kepadanya,” tutur dia.
“Ini membuat saya menangis karena telah memenuhi impian masa kecil,” ungkap pemain berpostur 178 cm itu.
“Saya masih ingat, masuk ke ruang ganti dan menitikkan air mata,” kata dia menambahkan.