Kali Pertama Pram Bertemu Keluarga Asep Usai Pembunuhan Berencana di Bekasi, Pelaku Lihai Berkelit

Kali Pertama Pram Bertemu Keluarga Asep Usai Pembunuhan Berencana di Bekasi, Pelaku Lihai Berkelit

Ini menjadi pertemuan kali pertama keluarga Asep dengan Pram, sebelum terungkapnya pembunuhan berencana terhadap Asep oleh istri, anak, dan pacarnya. Halaman all

(Kompas.com) 25/07/24 11:27 12041238

KABUPATEN BEKASI, KOMPAS.com - Hagistko Pramada (22) sempat datang ke rumah Asep Saepudin (45) setelah beberapa hari sebelumnya dia bersama anak Asep, Silvia Nur Alfiani (22) dan istri Asep, Juhariah (45), melakukan pembunuhan berencana terhadap Asep.

Ini menjadi momen pertemuan kali pertama keluarga Asep dengan Pram, sebelum terungkapnya pembunuhan berencana terhadap Asep oleh istri, anak, dan kekasih anaknya.

“Cowoknya itu main ke rumah. Saya tanya biasa, kuliah di mana?’, dia jawabnya tenang, ‘Di Depok’, ‘Memangnya orangtua kerjanya apa?’, ‘Ibu kepala sekolah’,” ujar keluarga Asep, Ade Mulyana (43) saat ditemui di Kampung Serang, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/7/2024).

“(Kata Pram lagi) ‘Kakak nomor satu bidan di rumah sakit\', kakaknya yang cowok guru di Palmerah. Nah, dia kuliah di Depok jurusan IT (Information Technology),” lanjut Ade.

Usai basa-basi, Ade bertanya apakah Pram mengetahui kronologi kematian Asep berdasarkan cerita dari Silvia.

Di sinilah Pram menunjukkan kelihaiannya dalam berkelit, seolah tidak mengetahui apapun meski dia bersama Silvia dan Juhariah pelakunya.

“Kata dia (Pram), ‘Wah, enggak, bang, enggak tahu saya, bang. Saya juga enggak tega (tanya kronologi), namanya lagi berduka. Apalagi perempuan, pasti belum stabil’,” ujar Ade menirukan jawaban Pram.

Tak berselang lama, Pram meminta izin kepada Ade untuk mengajak Silvia pergi ke rumahnya.

Pram beralibi bahwa ibunya ingin mengajak Silvia makan bersama sekaligus mendengar kronologi meninggalnya Asep.

“Santai dia. Terus, enggak lama dia izin bawa Silvia keluar tuh. \'Mau ke mana?\', \'Mama di rumah pengin tahu ceritanya gimana, ibu ajak makan di luar, sekalian mau tanya Silvia\', ya saya persilakan,” ujar Ade.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan berencana terhadap pengusaha aksesori bernama Asep Saepudin (45) berlangsung di rumah korban, RT 03/RW 04, Desa Taman Rahayu, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/6/2024) dini hari.

Aksi tindak pidana ini dilakukan oleh istri Asep, Juhariah (45), anak Silvia Nur Alfiani (22), dan kekasih anaknya, Hagistko Pramada (22), saat Asep tengah tertidur pulas di ruang tengah.

Para tersangka sudah merencanakan pembunuhan selama dua pekan sebelum kematian korban. Bahkan, Asep sempat dua kali diracun oleh mereka, namun gagal.

Sementara, beberapa jam setelah Asep tewas, para tersangka mengajukan pinjaman online (pinjol) melalui ponsel korban senilai Rp 56,5 juta.

Pencairan dana berhasil, uang tersebut ditransfer melalui mobile banking ke rekening Silvia. Mereka menyisakan uang Rp 53.000 pada rekening Asep.

Pembunuhan berencana terbongkar setelah keluarga Asep mencium adanya sejumlah kejanggalan, salah satunya adalah panggilan telepon dari customer service pinjol yang hendak menagih utang.

Usai mengantongi sejumlah barang bukti, keluarga Asep melaporkan peristiwa dugaan pembunuhan ke pihak kepolisian pada 11 Juli 2024.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi akhirnya membongkar makam Asep demi kepentingan penyelidikan pada 16 Juli 2024.

Kini, ketiga pelaku telah ditangkap dan mendekam di balik jeruji besi.

#pembunuhan-berencana #pembunuhan-berencana-di-bekasi #korban-pembunuhan #ayah-dibunuh-istri-dan-anak-di-bekasi #pembunuhan-berencana-di-bekasi

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/25/11272741/kali-pertama-pram-bertemu-keluarga-asep-usai-pembunuhan-berencana-di