2 Hari Usai Bunuh Asep, Istrinya Disebut Hendak Ambil Alih Usaha Aksesori Suami

2 Hari Usai Bunuh Asep, Istrinya Disebut Hendak Ambil Alih Usaha Aksesori Suami

Juhariah disebut hendak mengambil alih usaha setelah dua hari membunuh suaminya yang merupakan pengusaha aksesori di Bekasi. Halaman all

(Kompas.com) 25/07/24 10:35 12041258

KABUPATEN BEKASI, KOMPAS.com - Tersangka Juhariah (45) disebut hendak mengambil alih usaha setelah dua hari membunuh suaminya yang merupakan pengusaha aksesori, Asep Saepudin (45).

“Seakan-akan bakal berjalan normal. Setelah meninggal almarhum, dua hari saja, dia sudah sudah bagikan pekerjaan (karyawan),” ungkap adik Asep, Ade Mulyana (43), di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/7/2024).

Selama usaha aksesori berlangsung, Asep bekerja sama dengan ketiga adiknya, termasuk Ade.

Dalam membangun usahanya ini, Asep dibantu oleh Juhariah.

Dia mengurus karyawan, membagikan pekerjaan, dan menghitung pengeluaran atau pendapatan.

Setelah Asep meninggal dunia, tidak sedikit karyawan mengadu kepada Ade mengenai nasib ke depannya.

Beberapa dari mereka bahkan ada yang membuka cerita kepada Ade selama Juhariah membantu usaha aksesori ini.

“Almarhum itu bilang, ‘kalau tagihan, Rp 4 juta atau Rp 5 juta, sama si Juju (Juhariah) ya, tinggal minta saja’. Tapi, sama si Juju enggak dikasih semuanya (ke karyawan). Dia ambil Rp 1,5 juta,” ujar Ade.

“Karyawan bilang (Juhariah bicara), ‘ini gue pinjam duit ya, tapi jangan bilang-bilang suami’. Parahnya lagi, sudah berhitung misalnya dapat Rp 1 juta. Nah, besoknya disuruh mengaku belum berhitung. Uangnya itu diambil sama bininya, ditilap,” lanjut dia.

Dengan perlakuan Juhariah ini, Ade menganggap istri korban sudah mencurangi bisnis Asep.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan berencana terhadap pengusaha aksesori bernama Asep berlangsung di rumah korban, RT 03/RW 04, Desa Taman Rahayu, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/6/2024) dini hari.

Aksi tindak pidana ini dilakukan oleh istri Asep, anaknya bernama Silvia Nur Alfiani (22), dan kekasih anaknya, Hagistko Pramada (22), saat Asep tengah tertidur pulas di ruang tengah.

Para tersangka sudah merencanakan pembunuhan selama dua pekan sebelum kematian korban.

Bahkan, Asep sempat dua kali diracun oleh mereka, namun gagal.

Sementara, beberapa jam setelah Asep tewas, para tersangka mengajukan pinjaman online (pinjol) melalui ponsel korban senilai Rp 56,5 juta.

Pencairan dana berhasil, uang tersebut ditransfer melalui mobile banking ke rekening Silvia. Mereka menyisakan uang Rp 53.000 pada rekening Asep.

Pembunuhan berencana terbongkar setelah keluarga Asep mencium adanya sejumlah kejanggalan, salah satunya adalah panggilan telepon dari customer service pinjol yang hendak menagih utang.

Usai mengantongi sejumlah barang bukti, keluarga Asep melaporkan peristiwa dugaan pembunuhan ke pihak kepolisian pada 11 Juli 2024.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi membongkar makam Asep demi kepentingan penyelidikan pada 16 Juli 2024.

Kini, ketiga pelaku telah ditangkap dan mendekam di balik jeruji besi.

#asep-saepudin-dibunuh-istri-dan-anak #pria-dibunuh-istri-dan-anak

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/25/10353801/2-hari-usai-bunuh-asep-istrinya-disebut-hendak-ambil-alih-usaha-aksesori