Pembunuhan Berencana Asep, Silvia Sempat Bersumpah di Makam Ayahnya tapi Ternyata Bohong
Silvia Nur Alfiani (22) sempat bersumpah di depan makam ayahnya mengenai kronologi kematian mendiang. Namun, belakangan diketahui dia berbohong. Halaman all
(Kompas.com) 25/07/24 13:19 12052409
KABUPATEN BEKASI, KOMPAS.com - Anak pertama pengusaha aksesori Asep Saepudin (45), Silvia Nur Alfiani (22) sempat bersumpah di depan makam ayahnya mengenai kronologi kematian mendiang.
Sumpah yang dilontarkan itu sempat membuat keluarga besar Asep percaya pada kronologi yang disampaikan Silvia bahwa ayahnya berselingkuh, sebagaimana skenario yang dia bangun bersama ibunya, Juhariah (45).
“Bagaimana saya enggak percaya (sama kronologi awal). Dua hari setelah kematian, kami takziah ke makamnya (Asep),” ujar adik Asep, Ade Mulyana (43), di Kampung Serang, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/7/2024).
“(Saya bilang), ‘Vi, di sini makam bapak kamu. Kamu cerita yang sejujurnya. Sumpah demi Allah sebutin, sumpah demi Rasulullah sebutin, sumpah demi bapak sebutin\',” lanjutnya.
Dengan lantang dan lugas Silvia bersumpah bahwa dia menceritakan kronologi yang sebenar-benarnya kepada keluarga besar Asep.
“Di depan makamnya, dia ngomong. \'Iya, demi Allah, demi Rasulullah, demi bapak Asep Saepudin, memang begitu ceritanya\'. Di atas makam ya. Lah kami mau bagaimana?” tutur Ade.
Namun, adik Asep yang bernama Ahmad Wahyudi (33) menyampaikan kronologi awal yang disampaikan Silvia dan Juhariah soal kematian Asep adalah sebuah kebohogan. Ibu dan anak tersebut membangun skenario perselingkuhan.
Skenario perselingkuhan dibangun kedua pelaku setelah keluarga Asep menyelesaikan proses pemakaman.
“Awalnya, si Juju dan Silvi bilang kalau almarhum ketahuan selingkuh, ketahuan beli handphone, tapi, handphone-nya enggak ada di rumah, ketahuan transfer cewek lain, dan terjadilah cekcok,” kata Yudi saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu.
“Kemudian, almarhum dan si Juju dorong-dorongan sambil almarhum dicekik, dan almarhum jatuh terkena lemari,” ujar Ade.
Tetapi, ternyata Juhariah tidak dapat membeberkan bukti perselingkuhan kepada keluarga Asep.
“Itu bohong, karena dia menyebar hoaks. Katanya kan pertama perselingkuhan atau suaminya (Asep) transfer ke cewek, itu bohong,” tegas Ade.
Diberitakan sebelumnya, pembunuhan berencana terhadap pengusaha aksesori bernama Asep Saepudin (45) berlangsung di rumah korban, RT 03/RW 04, Desa Taman Rahayu, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/6/2024) dini hari.
Aksi tindak pidana ini dilakukan oleh istri Asep, Juhariah (45), anak Silvia Nur Alfiani (22), dan kekasih anaknya, dan Hagistko Pramada (22), saat Asep tengah tertidur pulas di ruang tengah.
Para tersangka sudah merencanakan pembunuhan selama dua pekan sebelum kematian korban. Bahkan, Asep sempat dua kali diracun oleh mereka, namun gagal.
Sementara, beberapa jam setelah Asep tewas, para tersangka mengajukan pinjaman online (pinjol) melalui ponsel korban senilai Rp 56,5 juta.
Pencairan dana berhasil, uang tersebut ditransfer melalui mobile banking ke rekening Silvia. Mereka menyisakan uang Rp 53.000 pada rekening Asep.
Pembunuhan berencana terbongkar setelah keluarga Asep mencium adanya sejumlah kejanggalan, salah satunya adalah panggilan telepon dari customer service pinjol yang hendak menagih utang.
Usai mengantongi sejumlah barang bukti, keluarga Asep melaporkan peristiwa dugaan pembunuhan ke pihak kepolisian pada 11 Juli 2024.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi akhirnya membongkar makam Asep demi kepentingan penyelidikan pada 16 Juli 2024.
Kini, ketiga pelaku telah ditangkap dan mendekam di balik jeruji besi.
#pembunuhan-berencana #pembunuhan-berencana-di-bekasi #ayah-dibunuh-istri-dan-anak-di-bekasi #pembunuhan-berencana-di-bekasi #bos-asesoris-di-bekasi-dibunuh-istri-dan-anaknya