Silvia Sempat Tutupi Keterlibatan Kekasihnya Dalam Pembunuhan Bos Asesoris di Bekasi
Silvia Nur Alfiani berusaha menutupi keterlibatan kekasihnya, Hagistko Pramada (22), dalam kasus pembunuhan berencana Asep Saepudin. Halaman all
(Kompas.com) 25/07/24 12:42 12052429
KABUPATEN BEKASI, KOMPAS.com - Silvia Nur Alfiani (22) disebut sempat berusaha menutupi keterlibatan kekasihnya, Hagistko Pramada (22), dalam kasus pembunuhan berencana ayahnya, Asep Saepudin (45).
“Waktu saya tanya (ke Silvia), pas ketahuan mobile banking dan segala macam, itu cerita cowoknya (Hagistko Pramada) belum dibuka,” kata adik Asep, Ade Mulyana (43), di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/7/2024).
Silvia malah menceritakan soal ibunya, Juhariah (45), yang memiliki banyak utang dan ingin menghabisi nyawa ayahnya.
“(Silvia bilang) ‘Jadi, mama mau bikin bapak enggak sadar, mama banyak utang, butuh duit. Ya mungkin entah dikasih minuman atau apa kali’,” ujar Ade.
Belum selesai Silvia bercerita, Ade langsung memotong pembicaraan.
“(Saya bilang), ‘lho, kalau beli minuman, saya tahu emak kamu enggak bisa naik motor. Kamu berarti ini yang beli atau enggak cowok kamu, si Pram’, ‘oh enggak, tapi enggak dikasih minuman katanya sih’. Berubah tuh ceritanya,” kata Ade.
Silvia melanjutkan cerita kepada Ade. Dia mengatakan, pada 27 Juni 2024 dini hari, Juhariah membangunkannya lalu mengajak Silvia untuk mengeksekusi Asep.
Juhariah memukul Asep yang sedang tertidur di ruang tengah dan langsung pingsan.
“Dalam hati saya, \'masa cowok dipukul cewek langsung pingsan, ini pasti kamu kasih minum nih\', \'enggak, dipukul, benar. Pas pingsan, langsung handphone dikuasai sama mama. Langsung ajukan pinjol dan yang tanda tangan juga mama\',” ucap Ade.
Lalu, tiba-tiba Asep siuman. Menyadari hal tersebut, Juhariah langsung mencekik suaminya sampai meninggal dunia.
“Jadi, hubungan dengan Pram itu enggak ada. Tetap saja. sampai BAP di polsek, dia ceritanya begitu juga, menutupi (Pram) banget. Jadi, yang dijadikan pelaku itu ibunya doang,” tutur Ade.
Diberitakan sebelumnya, pembunuhan berencana terhadap pengusaha aksesori bernama Asep Saepudin (45) berlangsung di rumah korban, RT 03/RW 04, Desa Taman Rahayu, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/6/2024) dini hari.
Aksi tindak pidana ini dilakukan oleh istri Asep, Juhariah (45), anak Silvia Nur Alfiani (22), dan kekasih anaknya, dan Hagistko Pramada (22), saat Asep tengah tertidur pulas di ruang tengah.
Para tersangka sudah merencanakan pembunuhan selama dua pekan sebelum kematian korban. Bahkan, Asep sempat dua kali diracun oleh mereka, namun gagal.
Sementara, beberapa jam setelah Asep tewas, para tersangka mengajukan pinjaman online (pinjol) melalui ponsel korban senilai Rp 56,5 juta.
Pencairan dana berhasil, uang tersebut ditransfer melalui mobile banking ke rekening Silvia. Mereka menyisakan uang Rp 53.000 di rekening Asep.
Pembunuhan berencana terbongkar setelah keluarga Asep mencium adanya sejumlah kejanggalan, salah satunya adalah panggilan telepon dari customer service pinjol yang hendak menagih utang.
Usai mengantongi sejumlah barang bukti, keluarga Asep melaporkan peristiwa dugaan pembunuhan ke pihak kepolisian pada 11 Juli 2024.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi akhirnya membongkar makam Asep demi kepentingan penyelidikan pada 16 Juli 2024.
Kini, ketiga pelaku telah ditangkap dan mendekam di balik jeruji besi.
#ayah-dibunuh-istri-dan-anak-di-bekasi #pembunuhan-berencana-di-bekasi #bos-asesoris-di-bekasi-dibunuh-istri-dan-anaknya