Sosiolog: Anak-anak di Jakarta Krisis Ruang Publik
Ruang publik adalah tempat di mana anak-anak bisa bermain, berinteraksi, dan bersosialisasi. Halaman all
(Kompas.com) 25/07/24 18:01 12079604
JAKARTA, KOMPAS.com - Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rakhmat Hidayat mengatakan, fenomena puluhan anak berenang di Kali Mati, Pademangan Jakarta Utara, menjadi gambaran bahwa Jakarta kini krisis ruang publik.
"Fenomena ini itu sebenarnya menggambarkan bahwa anak-anak di Jakarta krisis ruang publik," ucap Rakhmat saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (24/7/2024).
Ruang publik adalah tempat di mana anak-anak bisa bermain, berinteraksi, dan bersosialisasi.
Namun, sayangnya anak-anak di Jakarta tidak mendapatkan ruang publik yang layak. Hal itu disebabkan karena banyaknya pembangunan gedung komersial di Jakarta.
"Ketika struktur kota itu dikepung oleh pembangunan pusat-pusat komersial, seperti mal, apartemen, toko, ruko, anak-anak kehilangan tempat bermainnya," ujar Rakhmat.
Banyaknya anak yang berenang di Kali Pademangan bisa menjadi pertimbangan pemerintah untuk menyediakan fasilitas kolam renang gratis dan ramah anak di Jakarta.
Pasalnya, renang merupakan kegiatan olahraga yang dapat menyehatkan dan mendukung pertumbuhan anak.
Namun, sayangnya tidak semua anak bisa merasakan berenang di kolam renang yang layak karena harga tiketnya yang mahal.
"Tapi bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi untuk membeli tiket di mana orang tuanya aja sulit untuk makan, harus mikir untuk beli beras makan besoknya, maka pilihan paling memungkinkan secara rasional buat mereka adalah memanfaatkan yang ada di situ, yaudah di kali," ucap Rakhmat.
Sebelumnya diberitakan, setiap sore puluhan anak berenang di Kali Mati Pademangan karena mengaku tak mampu membeli tiket kolam renang.
Biasanya, mereka datang berkelompok secara bergantian. Meski airnya keruh dan bau, berenang di Kali Mati menjadi sesuatu hal yang menyenangkan untuk anak-anak.
Warga sekitar dan petugas lembaga musyawarah kelurahan (LMK) setempat sudah melarang anak-anak berenang di kali.
Bahkan pihak kelurahan sudah menempelkan spanduk larangan berenang di area Kali Mati. Namun, spanduk itu justru dirobek-robek oleh anak-anak dan mereka tetap berenang.
Baik warga hingga petugas LMK, khawatir apabila anak-anak itu terluka jika berenang di Kali Mati. Sebab, di Kali Mati terdapat banyak ular, biawak, dan benda tajam yang berpotensi melukai anak-anak
Oleh sebab itu, warga meminta agar Kali Mati segera diturap agar anak-anak sulit untuk berenang.
#anak-anak-berenang-di-kali-mati #jakarta-krisis-ruang-publik