Unilever (UNVR) Tak Sesuai Harapan, Dampak Boikot Masih Terasa, Investor Harus Apa?
Kinerja Unilever Indonesia (UNVR) pada semester I-2024 tak sesuai harapan, dampak boikot masih terasa. Bagaimana prospek saham UNVR? - Halaman all
(InvestorID) 25/07/24 14:00 12108984
JAKARTA, investor.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan laba bersih Rp 1 triliun pada kuartal II-2024, anjlok 25% yoy atau terpangkas 30% qoq. Dengan demikian, laba bersih Unilever Indonesia sepanjang semester I-2024 mencapai Rp 2,5 triliun atau tergerus 11% yoy.
“Kami menilai itu di bawah ekspektasi karena hanya setara 48,6% dari estimasi konsensus 2024. Kinerja kembali melemah pada kuartal II-2024, setelah sempat pulih signifikan pada kuartal I-2024,” tulis Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren dalam ulasannya, Kamis (25/7/2024).
Ke depan, menurut dia, pemulihan pangsa pasar (market share rebuilding) masih akan menjadi salah satu fokus Unilever Indonesia. “Meski demikian, kami menilai sentimen negatif konsumen berpotensi bertahan dalam jangka yang lebih panjang, setidaknya hingga terdapat perkembangan positif terkait meredanya konflik geopolitik,” tutur dia.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa pemulihan dari dampak boikot tergolong lambat. Setelah sempat pulih dengan capaian Rp 10 triliun pada kuartal I-2024, penjualan emiten berkode saham UNVR tersebut kembali melemah menjadi Rp 9 triliun pada kuartal II-2024, terkikis 7% yoy atau ambles 11% qoq.
“Tidak adanya lagi dorongan daya beli dari pemilu serta musim Ramadan dan Lebaran memperlihatkan seberapa besar dampak negatif dari boikot saat ini,” sebut dia.
Penjualan UNVR pada kuartal II-2024 lebih rendah 12% dibandingkan penjualan pada kuartal III-2023 atau periode yang dianggap sebagai level normal. Realisasi penjualan yang masih cukup jauh dari level normal juga terefleksi pada pangsa pasar UNVR periode Maret-Mei 2024 yang sebesar 35,4%.
Pangsa pasar tersebut lebih rendah dibandingkan periode Januari-Oktober 2023 sebesar 38,5%, meski sudah lebih baik dibandingkan periode puncak boikot pada Desember 2023 yang sebesar 33,9%.
Di sisi lain, UNVR memutuskan untuk tetap melakukan investasi pada merek-merek milik perseroan di tengah penurunan pendapatan. Biaya iklan dan riset pasar meningkat pada kuartal II-2024 sebesar 20,2% yoy dan selama semester I-2024 naik 13,4% yoy, yang setara 9,2% dan 9,1% dari total pendapatan.
“Langkah tersebut membuat margin laba usaha UNVR tertekan ke level 14,6% pada kuartal II-2024 dan 16,8% pada semester I-2024, dibandingkan kuartal II-2023 yang sebesar 18,3% dan semester I-2023 sebesar 17,9%,” ungkap Edi.
Stockbit menilai, sentimen negatif konsumen berpotensi bertahan lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya, sehingga pemulihan kinerja UNVR diprediksi bakal berjalan lambat. Dengan begitu, Stockbit memperkirakan bahwa konsensus akan merevisi turun estimasi laba bersih UNVR cukup signifikan. “Kami masih cenderung wait and see untuk saham UNVR,” pungkas Edi.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam risetnya menilai bahwa perusahaan barang konsumer non-siklus menghadapi situasi yang menantang dengan prospek pertumbuhan terbatas. Meskipun ada momen besar, mayoritas perusahaan di sektor ini berkinerja buruk. Margin terhimpit oleh fluktuasi harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Sedangkan konsumen memprioritaskan barang-barang penting karena tekanan ekonomi, sehingga mengurangi pengeluaran untuk barang-barang kebutuhan pokok dan makin menghambat pertumbuhan sektor barang konsumer. Mirae mempertahankan pandangan netral terhadap sektor barang konsumer.
Mirae merekomendasikan hold saham UNVR, AMRT, dan CMRY. Target harga saham UNVR sebesar Rp 3.100, AMRT Rp 3.200, dan CMRY Rp 5.050.
Sebaliknya, Mirae merekomendasikan buy saham ICBP dengan target harga Rp 13.000. Begitu juga dengan saham INDF, rekomendasinya trading buy dan target harga Rp 7.100. Selain itu, buy saham MYOR dengan target harga Rp 3.100.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #unvr #unilever-indonesia #saham-unvr #laba-unvr #dampak-boikot-produk #stockbit #rekomendasi-saham #mirae-asset-sekuritas #berita-ekonomi-terkini