Anak-anak Jakarta yang Menantang Bahaya...
Krisisnya ruang publik membuat anak-anak di Pademangan, Jakarta Utara, seolah tak takut menantang bahaya dengan berenang di Kali Mati. Halaman all
(Kompas.com) 26/07/24 07:09 12148451
JAKARTA, KOMPAS.com - Krisisnya ruang publik membuat anak-anak di Pademangan, Jakarta Utara, seolah tak takut menantang bahaya.
Mereka nekat berenang di Kali Mati yang keruh dan banyak ular.
Setiap sore, puluhan anak datang ke Kali untuk berenang layaknya di kolam renang.
Biasanya, mereka datang berkelompok secara bergantian.
Mereka beralasan, mau berenang di kali meski bau dan berbahaya karena tak mampu membeli tiket kolam renang.
"Enggak ada uang buat di kolam renang," ujar salah satu anak saat ditanya Kompas.com, Jumat (28/6/2024).
Warga dan petugas Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) mengaku sudah sering melarang anak-anak berenang di Kali Mati.
Pasalnya, warga dan petugas LMK khawatir anak-anak terluka karena beling atau malah diserang ular dan biawak.
Pihak kelurahan juga sudah memasang spanduk dengan tulisan "Dilarang Berenang" di Kali Mati, tetapi spanduk itu justru dirobek anak-anak.
Anak-anak di Pademangan secara sembunyi-sembunyi tetap berenang di Kali Mati meski sudah dilarang.
Anak-anak krisis ruang publik
Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rakhmat Hidayat mengatakan, fenomena puluhan anak berenang di kali menjadi gambaran bahwa Jakarta kini krisis ruang publik.
"Fenomena ini itu sebenarnya menggambarkan bahwa anak-anak di Jakarta krisis ruang publik," ucap Rakhmat saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (25/7/2024).
Ruang publik adalah tempat di mana anak-anak bisa bermain, berinteraksi, dan bersosialisasi.
Namun, sayangnya anak-anak di Jakarta tidak mendapatkan ruang publik yang layak.
Hal itu disebabkan karena banyaknya pembangunan gedung komersial di Jakarta.
Jangan salahkan anak-anak
Rakhmat meminta agar anak-anak Pademangan yang berenang du Kali Mati jangan disalahkan sepenuhnya.
"Jangan disalahkan anak-anaknya sebenarnya, mereka kan anak-anak SMP itu kan masih polos. Jadi kalau mereka disalahkan sepenuhnya tidak beralasan baik," kata Rakhmat.
Memang, berenang di kali tersebut berbahaya karena disinyalir terdapat banyak ular dan benda tajam.
Namun, menurut Rakhmat, persoalan ini harus dipandang lebih kritis dan struktural.
"Struktural itu apa? Karena anak-anak mengalami krisis ruang publik untuk bermain. Itu kenapa struktural? Karena berkaitan dengan kebijakan negara," jelas Rakhmat.
Banyak lapangan bola atau tempat bermain anak di Jakarta yang terpaksa digusur untuk pembangunan gedung-gedung komersial maupun perumahan.
Oleh sebab itu, anak-anak Pademangan yang berenang di Kali Mati tak bisa disalahkan sepenuhnya karena mereka memang minim ruang untuk bermain di Jakarta.
Orangtua diminta larang anak
Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Juaini Yusuf, meminta para orangtua melarang anak-anaknya berenang di Kali Mati.
"Keluarga supaya lebih perhatian, kami harapkan pertama orangtuanya langsung, mungkin kami sarankan agar anak-anaknya dilarang main ke kali," ucap Juaini saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (25/7/2024).
Juaini menyarankan agar anak-anak lebih aktif mengikuti kegiatan ekstra kurikuler (eskul) selepas pulang sekolah.
Sehingga, bakat anak bisa lebih terlatih dan mengurangi kegemaran mereka berenang di Kali Mati.
Bisa difasilitasi
Banyaknya anak-anak di Pademangan, Jakarta Utara, yang berenang di Kali Mati akibat tak mampu beli tiket kolam renang.
Oleh sebab itu, Juaini menyarankan agar pihak kelurahan atau kecamatan bersurat ke Taman Impian Jaya Ancol.
"Bisa saja nanti difasilitasi di RW, lurah, atau atas nama karang taruna. Bikin surat pengantar saja ke Ancol, mungkin nanti bisa dikabulkan," kata Juaini.
Namun, mungkin tidak semua surat pengantar akan dikabulkan pihak manajemen Ancol karena ada kebijakan tersendiri berkait hal itu.
Di sisi lain, Juani menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi anak-anak Pademangan berenang di Ancol asalkan jumlahnya tidak terlalu banyak.
"Tapi sebenarnya, kalau jumlah anaknya tidak terlalu banyak, saya sebenarnya bisa saja fasilitasi. Misalnya, kalau cuma lima orang, itu bisa saja," ujar Juaini.
Warga minta Kali Mati diturap
Sering dikunjungi anak-anak untuk berenang, warga meminta agar Kali Mati di Pademangan bisa diturap.
Terkait keinginan warga, Juaini menyampaikan untuk menurap sebuah kali harus dilihat dulu situasinya.
"Biasanya, kalau ada peninggian turap itu kan harus lihat situasi," ucap Juaini.
Jika air di Kali Mati kerap meluap, kata Juaini, peninggian turap dapat dilakukan.
Namun, apabila air Kali Mati tak pernah meluap, menurutnya, turap tidak perlu diperbaiki atau ditinggikan.
Sejauh ini, yang Juaini ketahui, Kali Mati Pademangan belum pernah meluap sampai melewati tanggul.
#kali-mati-pademangan #anak-anak-berenang-di-kali-mati
https://megapolitan.kompas.com/read/2024/07/26/07093741/anak-anak-jakarta-yang-menantang-bahaya