Tim UNESCO Global Geopark Sambangi Benteng Van Der Wijk di Gombong, Kebumen
Kedatangan tim UNESCO adalah untuk melakukan penilaian yang nantinya akan memutuskan apakah Kebumen masuk UNESCO Global Geopark. Halaman all
(Kompas.com) 26/07/24 10:10 12164319
KEBUMEN, KOMPAS.com - Tim asesor UNESCO melaksanakan misi validasi rencana perjalanan (Itinerary Validation Mission) Kebumen Aspiring UNESCO Global Geopark 2024.
Kali ini, perjalanan dilakukan di Benteng Vander Wijck, Gombong. Tim asesor UNESCO terdiri dari Andreas J Schuller dari Jerman dan Sarina dari China.
Kegiatan ini juga mencakup penelitian situs budaya nyata, kegiatan eduwisata, dan keterkaitan dengan geologi di Benteng Vander Wijck, Gombong.
Kunjungan ini merupakan bagian dari proses penilaian yang komprehensif untuk menentukan kelayakan Kebumen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Hasil dari misi validasi ini akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan akhir oleh UNESCO.
Pengelola Benteng Vander Wijck, Herwin Kunadi menyambut baik adanya kunjungan tim asesor ini.
Lihat postingan ini di Instagram
"Kunjungan ini merupakan kesempatan besar bagi kami untuk menunjukkan betapa penting dan berharganya situs budaya dan geologi di Benteng Van Der Wijck," ujar Herwin Kunadi Rabu (24/7/2024).
Herwin menekankan bahwa Benteng Van Der Wijck memiliki nilai sejarah yang sangat signifikan. Benteng Van Der Wijck tidak hanya menyimpan sejarah kolonial tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya lokal.
Terkait kegiatan eduwisata, Herwin mengungkapkan bahwa program-program yang ada telah dirancang untuk memberikan edukasi yang menyeluruh kepada pengunjung.
Pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan program eduwisata yang mengedukasi masyarakat dan pengunjung tentang sejarah dan geologi Kebumen.
"Dukungan dari UNESCO akan sangat membantu dalam memperluas jangkauan dan kualitas program ini," imbuh Herwin.
Budaya dan geologi Benteng Van Der Wijk Gombong
Dalam kunjungan ini, tim asessor mengamati situs budaya nyata yang menjadi bagian integral dari geopark ini.
Benteng Van Der Wijck, dengan sejarahnya yang kaya dan arsitektur yang unik, menjadi fokus utama dalam penelitian ini.
Tim asesor mempelajari bagaimana situs ini berkontribusi terhadap pemahaman budaya lokal serta upaya pelestarian sejarah Kebumen.
Aspek geologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah UNESCO Global Geopark. Tim asesor meneliti keterkaitan antara situs budaya dan geologi di Benteng Van Der Wijck.
Mereka mempelajari formasi geologi dan bagaimana elemen-elemen ini dipresentasikan kepada publik sebagai bagian dari upaya edukasi dan pelestarian.
Benteng Van Der Wijck merupakan bukti peninggalan Kolonial Belanda yang memiliki keunikan. Keunikan benteng Van Der Wijck terletak pada bangunan yang seluruhnya terbuat dari batu bata.
Bahkan, atap benteng berbentuk segi delapan ini juga terbuat dari batu bata yang kokoh dan dibuat menyerupai bukit-bukit kecil, sehingga sangat ideal sebagai tempat pertahanan sekaligus pengintaian.
Benteng Van Der Wijk di Gombong
Usia benteng diperkirakan mencapai ratusan tahun karena dibangun pada masa perang Pangeran Diponegoro (1825-1830).
Perkiraan ini dikaitkan dengan adanya petilasan Kyai Giyombong dan Kyai Gajahguling di Gombong. Keduanya adalah tokoh pendukung Pangeran Diponegoro di daerah Bagelen (Kedu Selatan).
Pada zaman Jepang, Benteng Van Der Wijck menjadi tempat pelatihan anggota Peta (Pembela Tanah Air), organisasi tentara Indonesia bentukan Jepang untuk menghadapi sekutu. Pada masa ini, Jepang menutupi tulisan-tulisan Belanda dengan cat hitam.
Dok. KEMENDIKBUD Benteng Van Der Wijk di Gombong, Kebumen.Sementara itu, Dalam buku Benteng (2023) karya Teguh Purwantari, disebutkan bahwa bangunan ini berdiri sejak 1818. Benteng juga digunakan sebagai kantor VOC untuk kepentingan perdagangan.
Baru pada masa Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-2830), kantor VOC itu difungsikan sebagai benteng pertahanan dan kantor militer Belanda.
Benteng Van der Wijck memiliki bangunan dengan desain arsitektur khas Belanda. Dikutip dari laman Kemenparekraf, benteng ini memiliki luas 7.168 meter persegi dan terdiri dari 2 lantai. Tinggi bangunan ini mencapai 10 meter dengan ketebalan dinding 1,4 meter.
Adapun kedatangan tim UNESCO disambut dengan tarian dan musik tradisional, serta jamuan makan malam di Pendopo Kabumian, Minggu (21/7/2024). Dua orang tersebut akan akan melakukan penilaian lapangan situs Geopark Kebumen selama 3 hari di Kebumen.
Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih menyampaikan, kedatangan para tim asesor ini menjadi penyemangat bagi Pemkab Kebumen untuk menjadikan Geopark Kebumen masuk UNESCO Global Geopark.
"Dari sini tersirat tekad untuk berbenah dan mengolah Geopark Kebumen menjadi berkelas dunia. Tak hanya soal predikat, namun lebih soal tata kelola dan aspek kebermanfaatannya," ujar Rista.
#benteng-van-der-wijck #wisata-kebumen #benteng-van-der-wijk-di-gombong #benteng-van-der-wijk-di-gombong #kebumen