Wawalkot Depok Kritik Sandi Usai Viralkan Kerusakan Alat Damkar, DPRD Depok: Harusnya Ditanggapi dengan Baik
Anggota DPRD Depok Fraksi PDI-P menilai Pemkot Depok seharusnya merespons dengan baik pesan petugas damkar yang viralkan kerusakan alat-alat damkar. Halaman all
(Kompas.com) 26/07/24 13:31 12180357
DEPOK, KOMPAS.com - Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PDI-P Ikravany Hilman menilai, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok seharusnya merespons dengan baik pesan yang disampaikan oleh petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Depok, Sandi Butar Butar, soal kerusakan alat-alat damkar yang tak kunjung dibenahi pihak berwenang.
"Harusnya kan pemerintah kota (Depok) menanggapi dengan baik gitu. Jangan sampai malah yang direspons adalah soal kelakuan orang damkar (Sandi), kelakuan memviralkan ini dan sebagainya," jelas Ikrav dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (25/7/2024).
Menurut Ikrav, Pemkot Depok seharusnya memberikan penjelasan mengenai kerusakan alat-alat damkar, bukan mengkritisi tindakan Sandi.
Publik, kata Ikrav, perlu tahu apa penyebab alat-alat damkar unit pelaksana teknis (UPT) Cimanggis rusak sehingga menghambat kinerja petugas damkar.
"Publik perlu tahu, kenapa bisa begitu (alat-alat damkar rusak)? Apakah anggarannya kurang? Atau apakah memang ada kendala apa dan sebagainya. Publik ingin pemerintah kota merespons itu gitu loh," jelas Ikrav.
"Bayangkan, satu instrumen atau alat untuk menyelamatkan publik (yang rusak) bisa jadi berbahaya buat publik," imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menanggapi video viral Sandi yang mengeluh soal sejumlah alat-alat damkar yang rusak.
Imam menyampaikan, permasalahan di internal damkar tidak semestinya disebarkan ke publik.
"Kami berharap kalau ada masalah, tidak usah dibawa ke luar karena ini kan memang lembaga, sebaiknya memang diselesaikan di dalam dulu. Sebuah etika lah ya," jelas Imam saat ditemui di Balai Kota Depok, Senin (22/7/2024).
Imam menilai tindakan Sandi yang memvideokan kerusakan alat-alat damkar kurang etis lantaran yang bersangkutan tergabung dalam suatu lembaga.
Terlebih, petugas damkar menerima gaji dari negara, khususnya Pemerintah Kota Depok
"Apalagi sudah digaji oleh negara, digaji oleh Pemerintah Kota Depok, Sebaiknya sesuatu yang kurang di dalam, kita perbaiki bersama-sama. Jangan dibuat lalu dikeluarin (ke eksternal) ya," kata Imam.
Sebagai informasi, video Sandi yang mengeluhkan kerusakan gergaji mesin dan rem tangan mobil damkar viral di media sosial.
Dalam video, Sandi memperlihatkan dua buah gergaji mesin yang diklaim telah rusak berbulan-bulan.
"Saya mohon maaf sekali, setiap ada telepon di UPT kami dan UPT lainnya mengenai pohon tumbang. Bukannya kami tidak mau mengerjakan, tapi senso kami rusak," ucap Sandi dalam video itu.
#petugas-damkar-depok-keluhkan-alat-rusak #sandi-butar-butar