Bus Kemhan Diduga Tabrak Lari Tunarungu di Bekasi, Keluarga Korban Bingung Penumpang Cuek
Usai menabrak AS, bus berwarna hitam dengan tulisan “Kemhan' berkelir kuning itu justru melanjutkan perjalanan. Halaman all
(Kompas.com) 26/07/24 13:36 12185170
BEKASI, KOMPAS.com - Pihak keluarga AS (33), tunarungu yang diduga menjadi korban tabrak lari oleh bus bertuliskan “Kemhan” di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (22/7/2024) bingung lantaran penumpang bus seolah tak acuh usai sopir menabrak korban.
“Yang saya bingung, orang yang ada di dalamnya apa enggak ada belas kasih gitu,” ujar adik korban, YA (26), saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/7/2024).
Usai menabrak AS, bus berwarna hitam dengan tulisan “Kemhan" berkelir kuning itu justru melanjutkan perjalanan.
Sementara, sesaat setelah ditabrak, AS langsung mengejar untuk memberhentikan bus. Namun, korban malah mendapat ancaman pemukulan dari sopir.
“Abang saya itu minta (sopir) pinggirkan kendaraan. Pas minggir, sopirnya sempat turun. Tapi, kata abang saya, malah diancam dipukul. Sok jagoan,” ujar YA.
Tiga hari setelah peristiwa tersebut atau Kamis (25/7/2024), korban dan keluarga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Pahlawan untuk mencari sang sopir.
“Adik saya tanya, \'yang mana busnya?\'. Kata abang saya, \'yang itu\'. Ciri-ciri busnya itu warna hitam, di belakangnya itu ada lampu-lampu biru gitu. Kata abang saya, \'itu, itu’, sambil menunjuk,” tutur YA.
Menurut YA, bus “Kemhan” ini memang rutin melintas di Jalan Pahlawan. Oleh karenanya, keluarga mendatangi TKP untuk mencari pelaku dan meminta pertanggungjawaban.
Namun, upaya ini tak membuahkan hasil. Pihak keluarga justru kebingungan untuk menemukan pelaku.
“Abang saya kan tunarungu, pikiran dia kan cuma, ya dia ditabrak, dia minta tanggung jawab. Apalagi luka-luka, sampai pincang gitu. Kata saya, aduh, motor sampai rusak,” ujar YA.
Sejauh ini, kata YA, pihaknya juga belum melaporkan peristiwa tersebut ke polisi karena khawatir prosesnya berbelit-belit.
“Saya juga kadang-kadang bagaimana ya, namanya kami rakyat kecil, pengin lapor ke polisi tuh, apa benar entar ribet, bingung juga saya, Mas. Kadang-kadang kayak gini,” kata YA lagi.
Adapun dugaan tabrak lari oleh bus bertuliskan “Kemhan” di Jalan Pahlawan, Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, terjadi pada Senin (22/7/2024) pukul 05.20 WIB.
Peristiwa bermula saat AS yang mengendarai sepeda motor ini baru saja selesai mengantar adik perempuannya pergi bekerja.
AS menurunkan adiknya di pinggir Jalan Pahlawan atau sebelum palang pintu perlintasan kereta api Bulak Kapal.
Tak lama setelah sang adik turun dari motor dan menyeberang perlintasan kereta api, tiba-tiba bus berwarna hitam bertuliskan “Kemhan” dengan kelir kuning menabrak motor AS.
Bus tersebut disebut melaju dari arah Perumnas 3 menuju Tol Timur atau BTC Mal.
AS yang masih berada di motor pun terkejut lalu terjatuh ke arah kiri. Sementara kaki korban tertimpa kendaraannya sendiri.
Kompas.com telah menghubungi pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk mengonfirmasi perihal ini. Kendati demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons.
Secara terpisah, Kanit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota Iptu Wandi Suwandhi mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai kecelakaan lalu lintas tersebut.
“Unit Gakkum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota belum menerima laporan dan belum menangani adanya kejadian kecelakaan antara tunarungu dengan kendaraan Kemhan di Jalan Pahlawan, Bekasi Kota,” kata Wandi kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2024).
Dia mengimbau kepada korban agar melapor ke Unit Gakkum Laka Lantas Polre Metro Bekasi Kota apabila mengalami musibah kecelakaan.
#tabrak-lari-di-bekasi #tunarungu-di-bekasi-jadi-korban-tabrak-lari