Elon Musk Bahas Investasi Besar Tesla di xAI
CEO Tesla Elon Musk berencana membahas investasi besar dengan dewan direksi Tesla untuk xAI, yang adalah perusahaan milik Musk. - Halaman all
(InvestorID) 26/07/24 16:15 12197207
NEW YORK, investor.id – CEO Tesla Elon Musk berencana membahas investasi besar dengan dewan direksi perusahaan kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) Tesla untuk xAI. Nilai investasi ini bisa mencapai US 5 miliar yang akan diterima startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) milik Elon Musk tersebut, sehingga memicu kekhawatiran tentang adanya konflik kepentingan.
Musk, orang terkaya di dunia, meluncurkan xAI tahun lalu dalam upaya untuk bersaing dengan OpenAI yang didukung Microsoft. Hal itu memicu kekhawatiran ia mungkin mengalokasikan sebagian sumber daya Tesla kepada perusahaan AI tersebut.
Banyak penggemar Musk yang mendukung gagasan tersebut. Pada awal pekan, Musk meluncurkan poling yang menanyakan kepada pengguna di platform media sosial X apakah Tesla harus menginvestasikan US$ 5 miliar pada xAI.
Lebih dari dua pertiga dari hampir satu juta responden memberikan suara mendukung. Tidak jelas berapa banyak yang merupakan investor Tesla.
Jajak pendapat itu dilakukan tak lama setelah Tesla mengatakan margin kotor dan laba otomotif kuartal II-2024 turun di bawah estimasi Wall Street pada Selasa (23/7/2024), karena perusahaan memangkas harga dan menawarkan insentif untuk meningkatkan penjualan.
"Sepertinya publik mendukung. Akan berdiskusi dengan dewan Tesla," kata Musk dalam sebuah unggahan di X pada Kamis (25/7/2024).
Musk mengatakan xAI akan membantu dalam memajukan kendaraan self-driving penuh dan dalam membangun pusat data Tesla yang baru. Ia menambahkan, ada peluang untuk mengintegrasikan chatbot xAI, Grok, dengan perangkat lunak (software) Tesla.
Meskipun ada banyak investasi, sebagian besar perusahaan AI masih mengerjakan model bisnis sambil menghabiskan banyak uang untuk teknologi.
"Sulit untuk mengklaim bahwa ini adalah kepentingan terbaik pemegang saham Tesla mereka," ungkap Brent Goldfarb, profesor sekolah bisnis di Universitas Maryland, seperti dikutip Reuters, Jumat (26/7/2024). Goldfarb mengatakan itu sama saja dengan pengalihan kekayaan Tesla.
"Secara umum, dalam bidang AI, tidak ada yang yakin dari mana uang akan diperoleh dan siapa yang akan membayarnya. AI saat ini memiliki semua tanda-tanda gelembung," tambahnya.
Pada 2018 Musk meninggalkan OpenAI yang didirikannya bersama karena potensi konflik di masa mendatang dengan Tesla, yang mengembangkan software AI untuk kendaraan self-driving.
Kemudian pada April 2024, Musk mengatakan xAI merekrut sejumlah teknisi dari Tesla untuk mempertahankan bakat dalam menghadapi perekrutan oleh Open AI.
Perusahaan xAI milik Musk telah mengumpulkan US$ 6 miliar dalam pendanaan seri B pada Mei 2024, menghasilkan valuasi pascapendanaan sebesar US$ 24 miliar. Investornya termasuk Andreessen Horowitz dan Sequoia Capital.
Musk sebelumnya mengatakan ia berencana agar seperempat saham xAI dimiliki oleh investor di X, yang dibelinya seharga US$ 44 miliar. Valuasi perusahaan media sosial tersebut telah anjlok sejak saat itu.
Musk sebelumnya telah menghadapi kritik atas potensi konflik kepentingan di antara banyak perusahaan yang dimilikinya dan dijalankannya.
Beberapa pemegang saham Tesla menuduh akuisisi perusahaan panel surya atap yang sedang kesulitan, SolarCity, senilai US$ 2,6 miliar sama saja dengan dana talangan. Adapun SolarCity didirikan oleh Musk dan sepupunya pada 2016.
Namun, tahun lalu, Mahkamah Agung Delaware menegakkan putusan Musk tidak mendorong produsen mobil listrik itu untuk membayar lebih untuk SolarCity.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #xai #xai-elon-musk #investasi-xai #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/international/368233/elon-musk-bahas-investasi-besar-tesla-di-xai